G-Smart.id-Samarinda – Tanda-tanda akan dikeluarkannya izin Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di tingkatan SMA oleh Pemprov Kaltim belum juga memperlihatkan lampu hijau. Musababnya, Pemprov Kaltim tidak ingin berjudi di tengah situasi pandemi Covid-19 yang tampaknya belum benar-benar mereda.

Merujuk data Satgas Covid-19 Kaltim, hingga 8 Juni 2021, jumlah kasus terkonfirmasi Covid-19 sudah mencapai 73.328 orang. Yang menjalani perawatan masih ada 999 pasien. Kemudian, angka kesembuhannya sendiri sudah mencapai 69.588 kasus. Adapun, kasus meninggal yakni sebanyak 1.741 pasien. Bercermin dari hal itu, Pemprov Kaltim memilih untuk ekstra hati-hati dalam menelurkan kebijakan. Salah satunya, yakni kebijakan memberikan izin PTM.

Kendati demikian, Ketua Komisi IV DPRD Kaltim Rusman Yaqub mengingatkan, agar Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kaltim tidak terlalu melaksanakan kegiatan pembalajaran daring atau online. Menurut Rusman, pembelajaran via daring dan secara langsung atau tatap muka, memiliki perbedaan yang sangat jauh.

Bercermin dari pelaksanaan simulasi PTM oleh pemerintah kabupaten/kota dalam 2 bulan terakhir, harus bisa jadi evaluasi yang dilakukan Pemprov Kaltim. Artinya, jika PTM di tingkat SD dan SMP saja sudah dapat dilaksanakan. Maka seharusnya hal serupa juga sudah mulai perlahan dapat diterapkan di tingkatan SMA.

“Dari awal kami telah memperingatkan Pemprov Kaltim agar jangan terlalu lama menjalankan sekolah daring. Kami telah membuktikan, risiko belajar dari rumah itu sangat tidak efektif terhadap daya tangkap belajar para siswa,” tutur Rusman, Rabu (9/6/2021).

Kendati demikian, Komisi IV DPRD Kaltim mengembalikan keputusan akhir atas rencana pelaksanaan PTM di Juli mendatang ke tangan Gubernur Isran Noor. Dia menyebutkan, jika keluar dan tidaknya izin PTM bagi pembelajaran di tingkat SMA, menjadi hak penuh Gubernur Kaltim Isran Noor.

“Semua kembali kepada Pak Gubernur. Keputusan terakhirnya ada di beliau. Apapun keputusan Pak Gubernur, ya kami backup. Hanya saja, yaitu jangan terlalu lama (membiarkan pembelajaran online),” tuturnya. (ADV/G-S06)