SANGATTA- Dinas Pendidikan Kabupaten Kutai Timur (Disdik Kutim) menggelar Bimbingan Teknis, Kursus Membatik Pastry and Bakery serta pelatihan penyusunan Pendidikan Kecakapan Wirausaha (PKW).

Acara yang akan berlangsung selama 6 hari mulai tanggal 9 hingga 15 Desember 2022 yang diikuti sebanyak 110 peserta ini dibuka oleh Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman di ruang Pelangi Hotel Royal Victoria Sangatta Utara. Jumat(09/12/2022).

Pada kesempatan itu, Ardiansyah mengatakan, pengembangan dan peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan bagian dari program pembangunan daerah yang masuk dalam skala prioritas yang dituangkan dalam visi misi pemerintah.

“Saya sangat memberikan perhatian serta mendukung secara penuh, karena outputnya mampu meningkatkan taraf hidup ekonomi masyarakat,” ujarnya di hadapan Plt Kadisdik Irma Yuwinda, beberapa kepala OPD serta ratusan peserta yang memadati acara tersebut.

Selain itu, dengan adanya program ini diharapakan mampu memberikan dampak terhadap peluang kerja baru bagi masyarakat, hal ini sesuai dengan program penyerapan tenaga kerja yang sebanyak 50 ribu dimasa pemerintahan Ardiansyah Sulaiman dan Kasmidi Bulang (ASKB).

“Dan Alhamdulillah sesuai data yang kita terima angka itu (50 ribu tenaga kerja) sudah terlampaui dan tersebar di berbagai perusahaan yang berinvestasi di Kutim, termasuk yang secara mandiri mampu berdiri sendiri hasil dari pelatihan yang sudah kita lakukan melalui Balai Latihan Kerja (BLK) Disnakertrans,” ujarnya.

Terakhir dirinya berharap para peserta yang didominasi oleh para kaum ibu-ibu ini mampu memahami serta bisa mempraktekan seluruh ilmu yang sudah diperoleh dari para narasumber.

Sebelumnya ketua panitia yang juga kepala bidang Luar Sekolah Disdik Kutim Ahmad Junaidi mengatakan, pelatihan kali ini melibatkan lintas sektor, mulai dari OPD, TP PKK, Dekranasda serta pihak swasta, dengan di ikuti sebanyak 110 peserta yang di bagi menjadi 3 kategori, masing-masing membatik, Bakery and Pastry lanjutan serta penyusunan PKW.

Pelatihan ini menghadirkan narasumber dari Kementrian Pendidikan, Kebudayaan dan Riset dan Tekhnologi (Kemendikbud Ristek), SKB Kota Yogyakarta serta Lembaga Kursus dan pelatihan dari kota Bontang.

“Tujuanya menjadi tenaga pendamping Dinas Pemberdayaan masyarakat dan Desa (DPMPDes) untuk memberikan pelatihan dan pendampingan di tiap kecamatan,” ujarnya. (G-S08).

Loading