G-Smart.id -Samarinda- Komisi IV DPRD Kaltim hearing dengan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kaltim untuk membahas pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2021 di Kaltim yang dilaksanakan di gedung D lantai 3, Rabu (3/3).

Menurut Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kaltim Anwar Sanusi pelaksanaan penerimaan peserta didik baru tahun 2021-2022 tidak lama lagi akan digelar, tentunya sejumlah persiapan harus dilakukan menjelang PPDB tersebut apalagi hingga saat ini pemerintah belum mengelurakan izin terkait pelaksanaan sekolah tatap muka lantaran pendemi Covid-19.

“Rapat dengan Komisi IV DPRD Kaltim, terkait dengan PPDB yang sebentar lagi akan dilaksanakan untuk membahas sejumlah persoalan mendasar seperti rencana pelaksanaan sekolah tatap muka di era pandemi Covid-19 dan saat ini pemerintah belum memberikan lampu hijau untuk pelaksanaannya,” Kata Anwar.

Lanjut Anwar Sanusi pada prinsipnya pelaksanaan tatap muka disekolah sudah siap dari berbagai sisi.

“Semua sudah siap, baik sekolah, Dinas Pendidikan, bahkan orang tua siswa semua sudah siap kita hanya tinggal menuggu lampu hijau dari pemerintah,” Ujarnya.

Lebih Jauh Anwar menjelaskan sejauh ini para orang tua siswa sudah tidak takut dalam melaksanakan program tatap muka tersebut, kendati demikian mereka pun harus lebih bersabar lantaran hingga saat ini belum ada aturan yang membolehkan keinginan para orang tua siswa tersebut.

“Kita memahami keinginan para orang tua siswa ini namun regulasi aturan juga mesti diperhatikan jangan sampai di abaikan,” bebernya.

Ditemui secara terpisah Ketua komisi IV DPRD Kaltim, Rusman Ya’qub mengatakan persiapan PPDB dan tatap muka telah lama di agendakan pihaknya bersama Disdikbud. terdapat beberapa hal pokok yang menjadi pembahasan saat rapat yang ia pimpin tersebut, seperti misalnya mengenai pola, dan mekanisme PPDB.

“PPDB ini tidak banyak berubah dari tahun sebelumnya, hanya saja yang jadi masalah mengenai antisipasi dari sistim zonasi terutama di Samarinda, terdapat 2 kecamatan yang masuk kategori kecamatan blank spot. Yaitu Samarinda Ilir, dan Samarinda Kota sehingga mereka kesulitan menyekolahkan anaknya menggunakan sistem zonasi,” Ujar Rusman.

Lanjut politisi PPP Rusman Ya’qub dalam mengantisipasi hal tersebut berbagai langkah berusaha ditempuh seperti misalnya PPDB menggunakan sistem online maupun drive thru.

“Harapan kita kasus pandemi ini semakin turun, kami juga meminta kepada Dinas Pendidikan agar pelaksaan sekolah tatap muka bisa dipersiapkan ditahun ajaran baru walaupun dalam batasan tertentu dan sesuai standar dan perpedoman pada protokol kesehatan Covid-19,” Tutupnya.(ADV/G-S05).

Spread the love