Sangatta – G-Smart.id – Banjir di Kabupaten Kutai Timur, salah satunya di kawasan Sangatta, masih tak kunjung surut sejak dua hari lalu. Menyikapi itu, Aliansi Jurnalis Kutai Timur (AJKT) melanjutkan penyaluran bantuan konsumsi.

Kali ini, Minggu (20/3/2022), sejumlah personel AJKT yang dikoordinatori Bidang Sosial dan Keagamaan bergerak menyiapkan konsumsi jadi dan sembako mentah.

Ketua AJKT Sukriadi mengatakan, jika sehari sebelumnya bantuan diserahkan kepada warga terdampak banjir melalui Dapur Umum Kecamatan Sangatta Utara, kali ini sedikit berbeda.

“Untuk hari ini bantuan konsumsi disalurkan kepada sejumlah jurnalis anggota AJKT terdampak banjir Sangatta. Sekaligus dibagikan kepada warga korban banjir di lingkungan anggota AJKT yang terdampak,” ucap Sukriadi.

Kabid Sosial dan Keagamaan Rusliansyah menjelaskan, sebagian anggota AJKT juga merupakan warga terdampak banjir, sehingga juga harus diperhatikan.

Rusli didampingi personel Penasehat AJKT Gunawan, Kabid Olahraga Eko M Huda, Kabid Dana dan Usaha Ella Ramlah, dkk. Mereka menyalurkan bantuan di tengah banjir yang kian bertambah tinggi menggunakan peralatan seadanya, namun tetap bersemangat.

“Kami akan berusaha mengantarkan bantuan kepada anggota dan warga.  Semua kawasan Sangatta sekarang semakin parah, dan kami akan berusaha menyalurkannya, semoga bisa terealisasi,” terang Rusli.

“Sebagiannya ada di kawasan Sangatta Utara, dari Kenyamukan, APT Pranoto, STQ, Yos Sudarso, Inpres, hingga Kelurahan Teluk Lingga. Kami juga akan upayakan penyaluran ke Masabang yang merupakan kawasan banjir paling parah saat ini,” lanjutnya.

Melalui kegiatan sosial tersebut, AJKT berharap dapat menebar manfaat dan membantu mengurangi beban anggota dan warga terdampak musibah.

“Kegiatan sosial ini memang sudah kami siapkan dari program yang dicanangkan AJKT,” tambah Rusli lagi.

Sebelumnya, AJKT juga menyalurkan bantuan sosial berupa sembako kepada warga terdampak banjir di Sangatta Utara, Sabtu (19/3/2022). Berangkat dari keresahan warga yang berseliweran di media sosial, bahwa kebutuhan pangan adalah yang paling dibutuhkan saat ini. (*)

Penulis: AJKT

Spread the love