Sangatta – Sebanyak 231 peserta mengikuti Pekan Raya Kutai Timur (Kutim) Expo 2026 yang berlangsung pada 12–18 Oktober 2026 di Alun-alun Bukit Pelangi, Sangatta. Pameran dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kabupaten Kutai Timur (Kutim) ini menjadi sarana promosi produk UMKM, penyampaian informasi pembangunan, serta pengenalan inovasi pelayanan publik kepada masyarakat.

Mengusung tema “Kutim Berdaya, Tumbuh Bersama”, kegiatan yang dibuka secara resmi oleh Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman tersebut diharapkan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama melalui perluasan pasar produk lokal, penguatan kemitraan usaha, dan peningkatan kualitas pelayanan pemerintah.

Ketua Panitia HUT Kutim 2026, Trisno, yang juga menjabat Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Kabupaten Kutim, menjelaskan bahwa Kutim Expo dirancang sebagai ruang interaksi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat.

Menurutnya, pameran ini memberikan kesempatan kepada perangkat daerah untuk menyampaikan capaian kinerja, program, serta inovasi pelayanan yang dijalankan dalam mendukung Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2025–2029.

Melalui stan perangkat daerah, masyarakat dapat memperoleh informasi secara langsung, berinteraksi dengan petugas, serta menyampaikan saran dan masukan untuk perbaikan pelayanan publik. Trisno juga mendorong setiap perangkat daerah menyediakan kotak saran agar aspirasi pengunjung dapat dihimpun sebagai bahan evaluasi pemerintah daerah.

Dari sisi ekonomi, Kutim Expo diarahkan untuk memperkuat usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) melalui promosi produk, perluasan akses pembiayaan dan pendampingan, serta pembukaan peluang kemitraan dengan perusahaan dan perbankan.

Pameran ini juga menjadi sarana memperkenalkan peluang investasi dan pengembangan hilirisasi potensi daerah, mulai dari sektor pertanian, perkebunan, kehutanan, kelautan hingga pariwisata. Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan nilai tambah produk lokal sekaligus mendorong diversifikasi ekonomi Kutim.

Trisno menambahkan, kegiatan ini turut mendukung program unggulan Bupati dan Wakil Bupati Kutim, khususnya penguatan UMKM dan ketahanan pangan melalui pengembangan sektor pertanian serta perkebunan.

Ia menegaskan, keberhasilan penyelenggaraan expo tidak semata-mata diukur dari jumlah pengunjung selama kegiatan berlangsung. Dampak setelah pameran berakhir juga menjadi tolok ukur penting, seperti terbukanya akses pasar bagi produk lokal, terjalinnya kerja sama usaha, dan meningkatnya kualitas pelayanan publik.

Selain menjadi ajang promosi, tema HUT ke-27 Kutim juga tercermin dalam filosofi logo peringatan tahun ini. Tiga sapuan warna pada logo memiliki makna tersendiri, yakni ombak dan alur sungai sebagai simbol daya juang masyarakat dalam menghadapi tantangan, daun padi berwarna hijau yang melambangkan pertumbuhan merata, serta warna oranye yang menggambarkan matahari terbit dengan siluet Kantor Bupati sebagai simbol kebersamaan membangun daerah.

Melalui tema “Kutim Berdaya, Tumbuh Bersama”, Trisno mengajak pemerintah, sektor swasta, pelaku usaha, dan masyarakat untuk memperkuat sinergi dalam mewujudkan Kutai Timur yang tangguh, mandiri, dan berdaya saing.

Kutim Expo 2026 diharapkan tidak hanya memeriahkan peringatan hari jadi daerah, tetapi juga menjadi momentum memperkuat kolaborasi dan menghasilkan langkah nyata bagi kemajuan ekonomi serta peningkatan pelayanan kepada masyarakat. (ADV/DS)

Loading