
SANGATTA – Keterbatasan akses jalan masih menjadi persoalan utama yang membutuhkan perhatian di Kecamatan Sandaran, Kabupaten Kutai Timur (Kutim). Infrastruktur tersebut dinilai penting untuk menunjang pelayanan pemerintahan, memperlancar aktivitas masyarakat, sekaligus membuka konektivitas antarwilayah.
Pj Camat Sandaran Mulyadi mengatakan, masih terdapat sekitar 17 kilometer jalan yang belum memiliki akses sama sekali. Kebutuhan tersebut berkaitan dengan konektivitas wilayah, terutama untuk mendukung pelayanan pemerintahan di Desa Tanjung Manis dan Desa Sandaran.
“Harapan masyarakat Sandaran tidak muluk-muluk. Bagaimana ada akses jalan tembus sampai ke pelosok desa-desa sehingga bisa memudahkan proses pemerintahan, baik desa maupun kecamatan,” ujarnya.
Menurut Mulyadi, kondisi akses jalan juga memengaruhi aktivitas ekonomi masyarakat. Bahkan, sebagian perjalanan menuju wilayah Sandaran masih harus melewati jalur dari Kabupaten Berau, di antaranya melalui Batu Putih dan Talisayan hingga Kaubun.
Kondisi geografis dan keterbatasan infrastruktur membuat mobilitas masyarakat menjadi tantangan tersendiri. Padahal, akses yang memadai diperlukan untuk mendukung distribusi barang, pelayanan administrasi, serta pergerakan masyarakat dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
Mulyadi berharap pembangunan jalan dapat menjadi perhatian dalam agenda pembangunan daerah. Dengan konektivitas yang lebih baik, pelayanan pemerintahan di tingkat desa dan kecamatan diharapkan semakin mudah dijangkau.
Selain menunjang aktivitas pemerintahan, akses jalan juga menjadi kebutuhan dasar untuk membuka peluang pengembangan potensi lokal. Sejumlah desa di Sandaran memiliki potensi wisata dan produk UMKM yang dapat dikembangkan apabila didukung infrastruktur memadai.
Karena itu, pembangunan jalan diharapkan tidak hanya menghubungkan satu wilayah dengan wilayah lainnya, tetapi juga membuka peluang pertumbuhan ekonomi masyarakat di Kecamatan Sandaran. (ADV/TJ)
![]()



