SANGATTA – Pemerataan akses listrik masih menjadi salah satu kebutuhan masyarakat di Kecamatan Sandaran, Kabupaten Kutai Timur (Kutim). Dari sembilan desa yang masuk dalam pembahasan pengembangan layanan listrik, saat ini dua desa disebut telah menikmati layanan yang berjalan, yakni Desa Manubar dan Desa Manubar Dalam.

Pj Camat Sandaran Mulyadi menjelaskan, pengembangan akses listrik dilakukan melalui komunikasi dan koordinasi dengan pihak PLN. Sejumlah desa lainnya telah diusulkan untuk menjadi sasaran pengembangan pada tahap berikutnya.

Dalam usulan tahap ini, desa yang disebut meliputi Tadoan, Susuk Dalam, Susuk Perla, Susuk Luar, dan Marukalang. Selain itu, Desa Perupuk dan Tanjung Manis juga masuk dalam pembahasan pengembangan akses listrik.

Sementara itu, Desa Sandaran dan Bangkalaan diproyeksikan menjadi bagian dari rencana tahap berikutnya. Mulyadi menyebut pembahasan mengenai dua desa tersebut telah dilakukan sejak 2021.

“PLN langsung. Hasil komunikasi kami melalui sumber daya yang ada di PLN,” ujarnya ketika menjelaskan koordinasi terkait pengembangan jaringan listrik.

Pemerataan listrik di wilayah pesisir dan desa yang relatif sulit dijangkau menjadi bagian penting dalam mendukung aktivitas masyarakat. Ketersediaan listrik dibutuhkan untuk menunjang kegiatan rumah tangga, pelayanan publik, pendidikan, hingga pengembangan usaha masyarakat.

Meski demikian, usulan pengembangan jaringan masih membutuhkan proses koordinasi dan tindak lanjut sesuai mekanisme yang berlaku.

Mulyadi berharap pengembangan layanan listrik dapat terus berlanjut sehingga semakin banyak desa di Kecamatan Sandaran yang memperoleh akses energi secara memadai. Pemerataan infrastruktur tersebut diharapkan berjalan beriringan dengan pembenahan akses jalan agar pembangunan wilayah dapat dirasakan masyarakat secara lebih luas. (ADV/TJ)

Loading