SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur menghadapi tantangan pembiayaan pembangunan seiring menurunnya potensi pendapatan daerah yang bersumber dari transfer pusat ke daerah. Di tengah kondisi tersebut, pemerintah tetap optimistis program-program unggulan dapat dilaksanakan dengan mengoptimalkan berbagai sumber pembiayaan.

Bupati Ardiansyah Sulaiman menyampaikan kebutuhan pembiayaan daerah cukup besar, terutama untuk pembangunan infrastruktur. Di sisi lain, potensi pendapatan daerah yang bersumber dari Transfer Pusat ke Daerah mengalami penurunan cukup signifikan. Kondisi tersebut mendorong pemerintah untuk mencari dan mengoptimalkan seluruh potensi pembiayaan pembangunan.

Ardiansyah menjelaskan sumber pembiayaan dapat berasal dari APBD Kabupaten, APBD Provinsi, APBN maupun Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) perusahaan.

Selain memperluas sumber pembiayaan, pemerintah juga menekankan pentingnya optimalisasi belanja. Perencanaan dan penganggaran berbasis kinerja perlu diperkuat agar penggunaan anggaran benar-benar terkait dengan target pembangunan.

“Penajaman prioritas program dan kegiatan serta pengendalian belanja yang kurang produktif juga menjadi bagian dari strategi pemerintah,”ujarnya

Menurut Ardiansyah, optimalisasi belanja tidak semata-mata berarti melakukan efisiensi. Yang lebih penting adalah memastikan setiap rupiah anggaran daerah menghasilkan output, outcome dan dampak pembangunan yang nyata.

Belanja daerah diarahkan agar semakin produktif, transparan, akuntabel dan berorientasi pada peningkatan pelayanan publik serta kesejahteraan masyarakat Kutai Timur.

Kebijakan pembiayaan tersebut diperlukan karena pemerintah tetap memiliki sejumlah target pembangunan. Di antaranya penguatan infrastruktur, peningkatan kualitas sumber daya manusia, pengembangan ekonomi, pengentasan kemiskinan serta penciptaan lapangan kerja.

Pemerintah juga menempatkan 50 program unggulan sebagai instrumen utama untuk mempercepat pencapaian visi dan misi pembangunan daerah. Program tersebut dirancang untuk menjawab kebutuhan dan aspirasi masyarakat.

Dalam kondisi fiskal yang menghadapi tantangan, pemerintah membutuhkan dukungan berbagai pihak agar pembangunan tetap berjalan. DPRD, dunia usaha dan pihak lainnya diharapkan ikut mendukung pencapaian target pembangunan.

Ardiansyah menegaskan pemerintah akan memaksimalkan seluruh potensi pembiayaan yang tersedia dengan tetap mengarahkan belanja pada program yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. (ADV/TJ)

Loading