SANGATTA – Kebutuhan listrik dan akses jalan masih menjadi pekerjaan yang ingin dituntaskan Pemerintah Kecamatan Sandaran, Kabupaten Kutai Timur (Kutim). Di tengah kebijakan efisiensi anggaran, dua sektor tersebut masuk prioritas usulan pembangunan untuk 2027 karena berkaitan langsung dengan kebutuhan masyarakat di wilayah pesisir tersebut.

Pj Camat Sandaran Mulyadi mengatakan, keterbatasan anggaran membuat pemerintah harus lebih selektif dalam menentukan program yang diusulkan. Pembangunan diarahkan pada kebutuhan mendasar yang dampaknya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Untuk program di 2027 itu kami prioritaskan listrik dan akses jalan,” ujar Mulyadi.

Menurutnya, persoalan akses jalan masih menjadi perhatian karena terdapat dua desa yang belum memiliki jalan penghubung menuju ibu kota kecamatan. Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri bagi mobilitas masyarakat, terutama ketika harus mengakses pelayanan pemerintahan maupun fasilitas publik.

“Masih ada dua desa yang belum ada akses penghubung ke ibu kota kecamatan,” jelasnya.

Selain jalan, pemerataan jaringan listrik juga menjadi pekerjaan yang perlu dilanjutkan. Mulyadi menyebut, pembangunan jaringan listrik desa (Lisdes) di Kecamatan Sandaran saat ini telah mencapai sekitar 80 persen. Meski demikian, masih ada dua desa yang belum terjangkau program tersebut.

“Alhamdulillah sudah mau 80-an persen. Tinggal dua desa yang belum dimasuki oleh Lisdes itu,” ungkapnya.

Capaian tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas akses listrik bagi masyarakat. Bagi warga yang selama ini belum menikmati jaringan listrik, ketersediaan layanan tersebut diharapkan dapat membantu aktivitas sehari-hari, termasuk kegiatan belajar, usaha, dan komunikasi.

Di sisi lain, akses jalan dibutuhkan agar hubungan antardesa dengan pusat pemerintahan kecamatan semakin terbuka. Konektivitas yang memadai juga berperan dalam memperlancar mobilitas warga serta distribusi kebutuhan pokok.

Mulyadi berharap, meski ruang anggaran terbatas, usulan pembangunan tetap memberi perhatian pada kebutuhan yang belum terpenuhi. Penyelesaian akses listrik dan jalan, menurutnya, perlu dilakukan secara bertahap agar manfaat pembangunan dapat menjangkau masyarakat hingga ke desa-desa.

Usulan prioritas tersebut selanjutnya menjadi bagian dari proses perencanaan pembangunan daerah untuk 2027. Pemerintah Kecamatan Sandaran berharap kedua sektor itu mendapat perhatian sehingga pemerataan layanan dasar dan konektivitas wilayah dapat terus ditingkatkan. (ADV/TJ)

Loading