SANGATTA – Lembaga Pengembangan Tilawatil Quran (LPTQ) Kabupaten Kutai Timur memahami kebijakan efisiensi anggaran yang tengah dilakukan pemerintah. Namun, kondisi tersebut tidak membuat pembinaan prestasi Musabaqah Tilawatil Quran (MTQ) di daerah dihentikan.

Ketua LPTQ Kutim Rizali Hadi mengatakan, program pembinaan harus disusun dengan menyesuaikan kondisi keuangan daerah.

Menurutnya, pemerintah tetap memiliki keinginan untuk mempertahankan prestasi Kutim. Hanya saja, pelaksanaan program harus dilakukan secara realistis sesuai kemampuan anggaran yang tersedia.

“Dengan kondisi kita yang sekarang ini, ya kita sedikit mengencangkan ikat pinggang,” kata Rizali.

Ia mengatakan LPTQ juga memahami bahwa efisiensi merupakan bagian dari kondisi pemerintah saat ini.

Namun, keinginan untuk mempertahankan prestasi tetap menjadi bagian dari komitmen pembinaan.

Hal tersebut tidak terlepas dari capaian Kutim pada MTQ XXXI tingkat Nasional di Semarang. Dari 13 peserta yang dikirim, sembilan di antaranya berhasil meraih prestasi.

Sebelumnya, Kutim juga menjadi juara umum MTQ tingkat Provinsi Kalimantan Timur pada 2025.

Menurut Rizali, capaian tersebut menunjukkan bahwa pembinaan yang dilakukan selama ini memiliki hasil. Karena itu, pembinaan tetap perlu dijaga meskipun terdapat penyesuaian program dan anggaran.

“Ketika kita tetap ingin punya prestasi, ingin menonjolkan Kutim ini mampu bersaing di tingkat nasional, ya mereka juga harus bisa memahami. Sama-sama lah kita untuk melakukan penyesuaian dengan kondisi yang ada,” ujarnya.

Rizali berharap penyesuaian anggaran tidak mengurangi motivasi peserta dan pembina.

LPTQ, kata dia, akan berupaya menyusun perencanaan yang realistis dengan kondisi daerah sekaligus tetap memberikan ruang bagi peserta berprestasi untuk berkembang.

Dengan pola tersebut, pembinaan diharapkan tetap berjalan dan Kutim mampu menjaga konsistensi prestasinya, baik di tingkat Kalimantan Timur maupun nasional. (ADV/TJ)

Loading