KARANGAN – Komitmen meningkatkan kesehatan ibu dan anak terus diperkuat oleh Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Kabupaten Kutai Timur (Kutim). Melalui rangkaian bakti sosial dan pelayanan kesehatan reproduksi, para bidan turun langsung menjangkau masyarakat di sejumlah kecamatan sebagai bagian dari peringatan Hari Ulang Tahun ke-75 IBI dan Hari Bidan Internasional 2026.

Kegiatan berlangsung sejak awal April 2026 yang dimulai di Kecamatan Batu Ampar tersebut tidak hanya bersifat seremonial, tetapi diisi dengan pelayanan kesehatan keluarga, edukasi reproduksi perempuan, hingga pemeriksaan IVA Test (Inspeksi Visual dengan Asam Asetat) untuk deteksi dini kanker serviks.

Setelah dilaksanakan di Kecamatan Sangkulirang pada 9 Mei 2026, kegiatan berlanjut di Kecamatan Karangan sehari kemudian. Berbagai unsur masyarakat turut hadir, mulai dari pemerintah kecamatan, TP PKK, kader posyandu, hingga organisasi perempuan dan tenaga kesehatan.

Mewakili Camat Karangan, Kepala Seksi PMDH Kecamatan Karangan Hubertus Umar mengatakan bahwa peran bidan sangat penting dalam menjaga keselamatan ibu dan anak sejak masa kehamilan hingga persalinan.

“Generasi yang sehat dan cerdas lahir dari ibu yang sehat. Karena itu, bidan menjadi ujung tombak dalam mendampingi masyarakat,” ujarnya.

Ia menilai pendampingan yang dilakukan para bidan membantu masyarakat memahami pentingnya persiapan persalinan yang aman sekaligus mencegah risiko kematian ibu dan bayi. Menurutnya, profesi bidan memiliki kontribusi besar dalam membangun kualitas sumber daya manusia.

“Pembangunan bangsa dimulai dari hal-hal kecil, termasuk edukasi kesehatan yang terus dilakukan para bidan kepada masyarakat,” katanya.

Hubertus juga mengapresiasi dedikasi para bidan yang tetap aktif melayani masyarakat meski menghadapi berbagai keterbatasan di lapangan. Ia berharap inovasi pelayanan kesehatan terus berkembang agar proses persalinan dan tumbuh kembang anak semakin baik.

Sementara itu, Ketua IBI Kutim Yuliana Kalalembang menjelaskan bahwa organisasi yang dipimpinnya terus memperkuat pelayanan hingga ke tingkat kecamatan melalui pembentukan 22 ranting di 18 kecamatan.

Menurutnya, program bakti sosial tahun ini difokuskan pada pelayanan keluarga berencana serta peningkatan kesadaran masyarakat terhadap deteksi dini kanker serviks melalui IVA Test.

“Program ini kami jalankan bersama Dinas Kesehatan, TP PKK, dan Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana Kabupaten Kutim,” ujarnya.

Yuliana mengungkapkan, cakupan pemeriksaan IVA Test di Kutim masih rendah. Hingga Maret 2026, baru 189 perempuan menjalani pemeriksaan dari target lebih dari 77 ribu perempuan usia 30–50 tahun.

Karena itu, IBI Kutim terus menggencarkan sosialisasi dan pelayanan pemeriksaan di berbagai wilayah. Sejak peluncuran perdana di Batu Ampar pada April lalu, kegiatan serupa telah dilaksanakan di sejumlah ranting seperti Ranting Tepian Baru Bengalon, Ranting di Kongbeng, Sangatta Utara, Wahau, Teluk Pandan, Kaubun, Sangkulirang, hingga Karangan.

“Hingga 10 Mei 2026 sudah 11 ranting atau sekitar 50 persen yang melaksanakan pemeriksaan IVA Test dengan jumlah peserta mencapai 313 perempuan,” jelasnya.

Ia berharap program tersebut mampu meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pemeriksaan kesehatan reproduksi secara rutin sebagai bagian dari upaya menekan angka kanker serviks di Kutim.

“Perempuan sehat akan melahirkan generasi yang sehat pula. Ini menjadi bagian penting menuju Indonesia Emas 2045,” tutup Yuliana. (Yul)

Loading