SANGATTA – Langkah percepatan pembangunan terus dilakukan Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) dalam merealisasikan 50 program unggulan Bupati Ardiansyah Sulaiman. Program-program tersebut diproyeksikan menjadi pengungkit kesejahteraan masyarakat sekaligus memperkuat daya saing daerah.
Kepala Bappeda Kutim, Januar Bayu Irawan, mengungkapkan bahwa pemerintah daerah saat ini sedang melakukan pemetaan dan evaluasi terhadap seluruh kegiatan pembangunan. Penilaian dilakukan secara berbasis data agar kebijakan yang diambil lebih tepat dan sesuai kebutuhan.
“Evaluasi ini penting untuk melihat pos mana yang belum maksimal tahun sebelumnya, sehingga pada 2026 bisa diperkuat dan lebih efektif,” kata Bayu, Rabu (28/01/2026).
Menurutnya, tantangan pembangunan bukan hanya soal program, tetapi juga soal kemampuan fiskal daerah. Karena itu, Pemkab Kutim mengarahkan strategi agar pembangunan tidak semata-mata bertumpu pada APBD.
Bayu menjelaskan, skema kerja sama lintas sektor menjadi kunci, termasuk mengoptimalkan dukungan dunia usaha melalui program Corporate Social Responsibility (CSR). Selain itu, komunikasi dengan pemerintah pusat terus diperkuat agar program kementerian dapat masuk dan berdampak di Kutim.
“Kami mendorong kolaborasi dengan perusahaan dan juga menjalin koordinasi dengan kementerian terkait. Harapannya, program pusat bisa berjalan seiring dengan prioritas daerah,” jelasnya.
Salah satu sasaran utama dari 50 program unggulan tersebut adalah penurunan angka pengangguran. Pemkab Kutim disebut tengah menyiapkan berbagai intervensi, seperti pelatihan keterampilan, peningkatan kapasitas tenaga kerja, hingga penguatan regulasi daerah agar serapan tenaga kerja lokal semakin tinggi.
“Kita ingin SDM Kutim lebih kompetitif, baik untuk kebutuhan industri maupun untuk mendorong lahirnya pelaku UMKM baru,” tambahnya.
Bayu menutup dengan ajakan agar masyarakat ikut mengawasi proses pembangunan. Dengan kontrol publik yang kuat, ia meyakini program unggulan daerah akan berjalan lebih transparan dan tepat sasaran. (IR)
![]()



