G-Smart.id – SANGATTA – Nyaris seluruh kecamatan di Kutai Timur (Kutim) mengajukan perbaikan infrastruktur. Hal ini membuktikan, untuk menyambangi semua daerah di kabupaten ini masih cukup sulit. Sehingga pembenahan badan jalan menjadi usulan prioritas dalam Musrenbang.

Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman menegaskan sebanyak 50 persen APBD 2022 akan menyasar infrastruktur. Terutama bagi daerah yang mengusulkan dan terpantau rusak berat.

Di kabupaten ini kerap ditemui jalan berlubang hingga berlumpur. Jelas saja jika perbaikan menjadi tuntutan. Menurut Ardi (sapaan akrabnya), hal itu wajar. Ia merasa jika semua jalan diperbaiki, maka perekonomian daerah akan terdongkrak.

“Saya sepakat anggaran tahun depan diprioritaskan untuk penyelesaian infrastruktur, kami kerjakan 50 persen dari APBD,” tuturnya.

Bahkan ia menargetkan 50 persen APBD tersebut akan terus berlanjut hingga infrastruktur di Kutim lebih memadai. Terutama kecamatan pedalaman seperti Long Mesangat, Telen, Muara Bengkal mau pun Batu Ampar. Namun, kata dia, tidak menutup kemungkinan di kawasan lain yang jalan kecamatannya sudah baik, namun desa-desa pun akan disentuh.

“Hampir semua, tapi di daerah yang parah prioritas, pokonya 50 persen itu sampai selesai. Kalau beberapa jalan di kecamatannya sudah baik, kami sasar lagi desanya,” tandasnya.

Asas manfaat menurutnya sangat penting. Dengan adanya peningkatan jalan maka, kata Politikus PKS ini dapat memudahkan daya jangkau pemerintah untuk mengontrol wilayah. Bahkan, dengan adanya perbaikan jalan, maka perekonomian akan meningkat.

“Memang jalan perlu adanya peningkatan, pasti memudahkan kegiatan masyarakat, yang bertani, berkebun, berdagang jadi mudah aksesnya, yang pasti berimbas pada ekonomi,” tutur mantan wakil rakyat itu.

Lebih lanjut, Ardi mengatakan anggaran tersebut tidak hanya untuk infrastruktur jalan saja. Melainkan untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat seperti pembenahan air dan listrik.

“Bukan cuma jalan, tapi kebutuhan dasar juga seperti air bersih dan listrik,” tambahnya.

Namun, hingga saat ini dirinta tidak mampu menetapkan jumlah pasti 50 persen APBD yang akan dialokasikan. Mengingat, penetapan anggaran belum dilaksanakan. Sehingga, angka pasti akan merunut pada hasil APBD 2022.

“Nilainya belum bisa ditentukan, karena APBD tahun depan belum diketuk. Jika nanti APBD sudah jelas, kita petakan setengahnya,” terang dia.

Dia berharap APBD mampu berkontribusi dalam upaya pembangunan daerah. Terlebih bagi kecamatan yang minim perbaikan dan masih tertinggal.

“Mudahan APBD mampu memberikan kontribusi untuk dibagi ke beberapa kecamatan. Saya tidak akan bicara APBD tahun ini untuk apa, karena saya tidak ikut pembahasan sebelumnya, yang jelas saya tekan ke anggaran tahun depan,” tutupnya. (ADV/G-S03)

Loading