BALIKPAPAN – Tim Pendamping Keluarga (TPK) Kutai Timur (Kutim) meraih 2 prestasi Pendampingan Keluarga Beresiko Stunting pada acara Temu Kerja TPK dalam rangka Kampanye Penurunan Angka Stunting se Kaltim  yang di laksanakan di  Balikpapan dari tanggal 28 hingga 29 November 2022.

Temu kerja ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja dan memotivasi  para TPK dalam menjalankan tugasnya. Selain itu juga sebagai ajang silahturrahmi bagi TPK, mitra kerja dan pemangku kepentingan dalam upaya percepatan penurunan Stunting, sebagaimana isi Perpes 72 tahun 2021 dan Rencana Aksi Nasional Percepatan Penurunan Angka Stunting Indonesia (RAN-PASTI).

Kegiatan ini turut hadiri oleh Sekretaris Kementrian BKKBN Pusat, Kepala Perwakilan BKKBN Kaltim, Kepala DP3A Balikpapan, Perwakilan TPK se Kabupaten/Kota se Kaltim yang berjumlah 300 orang.

Selain temu kerja, acara ini juga sebagai ajang apresiasi bagi TPK terbaik. TPK Kutim Yennike Sarika Diana meraih  peringkat pertama pada kategori Pendampingan Ibu Nipas dengan 1.081 kali pendampingan. Selanjutnya Erniwati, A.Md Keb berada di peringkat ke 2 pada kategori Pendampingan Ibu Hamil sebanyak 881 kali pendampingan.

Di tempat itu, mewakili Kepala Dinas PPK Kutim dr Setiadi Halim, Kabid Ketahanan dan Kesejahteraan Keluarga, Yuliana Kala Lembang mengatakan prestasi ini tidak lepas dari dukungan, arahan dan motivasi kuat dari Ketua TPPS Kabupaten Wabup Kasmidi Bulang, Ketua TP PKK Kutim Hj Siti Robiah, Kepala Bappeda Noviari Noor dan lainnya

“Kita merasa bangga karna TPK Kutim mampu melaksanakan pendampingan dengan baik dan sangat bersungguh-sunguh, dan ini di buktikan atas capaian mereka tadi,” ujar Yuli sapaan akrabnya, rabu (30/11/2022) melalui pesan whatsapp.

Yuli menambahkan, berkat prestasi tersebut Kutim mendapat kesempatan sebagai best practices terkait strategi pendampingan TPK di kutim, dan dirinya dipercaya untuk menjadi narasumber dalam paparan ini. (G-S02)

Loading