SANGATTA- Sebanyak 10 ton bibit bawang merah diberikan oleh Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Peternakan (DTPHP) Kutim kepada tujuh kelompok tani (Poktan) yang berasal dari tiga kecamatan yakni Sangatta Utara, Sangatta Selatan dan Rantau Pulung.

Pemberian bibit ini secara simbolis diberikan oleh Bupati Ardiasnyah Sulaiman didampingi Kepala DTPHP Kutim dyah Ratnaningrum kepada perwakilan Poktan yang berlangsung di desa Singa Geweh Kecamatan Sangatta Selatan pada Minggu (05/11/2023). Pagi.

Kepala DTPHP Kutim Dyah Ratnaningrum mengatakan, pemberian bibit bawang merah berjenis Biru Lancur dan Bima Brebes ini merupakan tindak lanjut dari upaya pengembangan komoditi dengan nama latin Allium cepa yang akan di lakukan di beberapa wilayah yang ada di Kutim.

“Kemarin kan kita sudah mencoba tanam di beberapa lahan milik Poktan dan alhamdulillah berhasil, nah ternyata para petani lain juga antusias untuk mengmebangkan bawang merah, makanya kita berikan lagi,” ujarnya.

Lebih jauh, pengembangan awal bawang merah yang dilakukan sejak tahun 2022 lalu yang turut di bantu oleh pihak perusahaan PT KPC di dua lokasi yakni lahan milik Poktan Adem Ayem dan Prima Tani, menurut Dyah (biasa ia disapa) ternyata membuahkan hasil yang memuaskan, hal itu terbukti dari hasil panen yang cukup melimpah didapatkan oleh para petani.

“Awalnya mereka (petani) pesimis, karena penanganaan komoditas ini (bawang merah) katanya sulit, ya sudah kita coba dulu aja, dan Alhamdulillah ternyata hasilnya bagus,” ujarnya.

Berkaitan dengan bantuan benih Bawang Merah yang bersumber dari APBD dan APBN ini, dirinya menyebut, akan di aplikasikan di lahan seluas 15 hektare di lahan milik tujuh kelompok tani yang ada di tiga Kecamatan yakni Poktan Adem Ayem, Hasil Makmur, Bumi Makmur, Rawa Tani Jaya, Lestari Mandiri Jaya, Subur Abadi, serta Tani Prima.

“jadi untuk tanaman ini (bawang merah) sebenarnya tidak ada perlakukan khusus, layaknya tanaman pada umumnya,” pungkasnya. (ADV/G-S08)

Loading