Sangatta – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mendorong keterlibatan lebih aktif dunia usaha dalam menyiapkan sumber daya manusia (SDM) lokal yang sesuai dengan kebutuhan industri. Sinergi antara pemerintah, perusahaan, lembaga pendidikan, dan generasi muda dinilai penting untuk memastikan masyarakat Kutim mampu mengambil manfaat dari pertumbuhan investasi dan hilirisasi di daerah.

Wakil Bupati Kutim Mahyunadi mengatakan, peningkatan kualitas SDM menjadi salah satu kunci agar masyarakat lokal tidak hanya menjadi penonton di tengah berkembangnya investasi, tetapi mampu mengisi berbagai peluang kerja yang tersedia.

Hal tersebut disampaikan Mahyunadi saat menghadiri Talkshow Interaktif Karier 2026 yang digelar IKA HIPMA KT di Ruang Tempudau Langai II, Kantor Bupati Kutim. Kegiatan mengangkat tema “Memetakan Peluang dan Menaklukkan Tantangan Dunia Kerja Terkini” dan diikuti puluhan mahasiswa serta pelajar SMA/SMK.

Menurut Mahyunadi, forum tersebut menjadi ruang penting untuk mempertemukan generasi muda dengan dunia usaha sekaligus memberikan pemahaman mengenai kompetensi yang dibutuhkan di dunia kerja.

Ia menilai persoalan ketenagakerjaan di Kutim bukan semata-mata soal ketersediaan lapangan pekerjaan. Persoalan lainnya adalah kesesuaian antara kompetensi pencari kerja dengan kebutuhan dan standar yang ditetapkan perusahaan.

“Perusahaan perlu mengetahui kondisi dan potensi tenaga kerja lokal. Sebaliknya, para pencari kerja juga harus memahami kompetensi yang dibutuhkan industri agar peluang bekerja dapat dimanfaatkan secara maksimal,” kata Mahyunadi.

Mahyunadi menekankan agar perusahaan yang beroperasi di Kutim tidak hanya berperan membuka lapangan pekerjaan, tetapi juga terlibat dalam meningkatkan kompetensi tenaga kerja lokal.

Menurutnya, kebutuhan terhadap tenaga kerja berpengalaman dan memiliki keahlian tertentu menjadi salah satu alasan perekrutan dari luar daerah masih terjadi.

Karena itu, pemerintah, perusahaan, dan lembaga pelatihan perlu membangun pola kerja sama yang lebih konkret. Pemerintah dapat membantu menyiapkan keterampilan dasar, sedangkan perusahaan memberikan gambaran mengenai kompetensi spesifik yang dibutuhkan sesuai bidang usaha.

“Perusahaan yang membutuhkan tenaga kerja juga harus ikut mempersiapkan tenaga kerja yang dibutuhkan,” tegasnya.

Sementara itu, Penasehat IKA HIPMA KT Jimmi mengatakan Talkshow Interaktif Karier 2026 diharapkan tidak berhenti sebagai forum diskusi, tetapi dapat menghasilkan gagasan dan langkah konkret yang bermanfaat bagi dunia usaha maupun tenaga kerja.

Ketua DPRD Kutim tersebut menilai perkembangan investasi dan hilirisasi merupakan peluang besar bagi daerah yang harus dibarengi dengan kesiapan tenaga kerja lokal.

Ketua IKA HIPMA KT Arif Effendy Boly menambahkan, kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya organisasi memberikan wawasan kepada generasi muda mengenai dinamika dunia kerja, termasuk peluang dan tantangan yang akan dihadapi.

Selain isu ketenagakerjaan, IKA HIPMA KT juga mendorong pembentukan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) sebagai bentuk penguatan peran organisasi serta kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat. (ml)

Loading