SANGATTA – Salah satu upaya penurunan angka kematian ibu dapat dilakukandengan penguatan pelayanan kontrasepsi dan keluarga berencana (KB), dimana keluarga berencana menjadi pilar utama safe motherhood. Oleh karena itu, pemenuhan akses dan kualitas program KB sudah seharusnya menjadi prioritas dalam pelayanan Kesehatan.

Hal tersebut disampaikan Wakil Bupati Kasmidi Bulang, pada pembukaan kegiatan koordinasi intensifikasi pelayanan KB di fasilitas kesehatan. Acara yang mengusung tema “Satu Tekad Cegah Stunting dengan Hidup Terencana” ikuti mitra kerja LKB, Penyuluh KB dan pengelola KB di RS. yang dilaksanakan di Ruang Tempudau, Kantor Bupati Kutim, Senin (1/8/2022).

Lebih lanjut Kasmidi mengatakan, perlu dilakukan upaya untuk meningkatkan kualitas pelayanan KB, salah satunya dengan orientasi peningkatan kapasitas pelaynan KB bagi tenaga Kesehatan di faskes, jaringan dan jejaring.

“Para mitra yang hadir hari ini, berperan besar terhadap program KB dan dalam upaya percepatan penurunan stunting serta untuk meningkatkan komitmet stakeholder dan mitra kerja terkait ditingkat kabupaten/kota terhadap pelayanan KB,” ucap Kasmidi.

Kemudian, dalam upaya meningkatkan kapasitas pelayanan KB, perlu adanya standarisasi pelayanan KB dalam rangka mengatasi permasalahan mutu pelayanan KB yang berkaitan dengan ketersediaan tenaga Kesehatan yang kompeten dalam pelayanan KB, kemampuan bidan dan dokter dalam memberikan penjelasan tentang pilihan metode KB, termasuk mengenai efek samping dan penanganannya serta komplikasi dan kegagalan.

“Untuk itu sangat penting bagi kami berkoorsdinasi dengan pihak terkait yang mendukung kemajuan dari program ini,” kata Kasmidi yang merupakan Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting Kabupaten Kutim ini.

Lebih jauh ia berharap dengan adanya kegiatan itu mampu meningkatkan jumlah fasilitas Kesehatan, jaringan dan jejaring yang memberikan pelayanan KB, meningkatkan kapasitas tenaga Kesehatan pemberi pelayanan kontrasepsi, meningkatkan cakupan pelayanan KB di FKTP, PMB, jarinngan dan jejaring serta peningkatan cakupan pelayanan KB pasca salin.

“Saya berterima kasih kepada semua pihakn yang telah bekerja keras dalam upaya penurunan stunting di Kutim. Karena ini kerjanya harus semua, tidak bisa hanya Dinas PPKB dan DinkesDinkes, serta perlu dukungan anggaran. Saya juga telah intruksi kepada Kades agar ADD bisa juga digunakan untuk penurunan stunting,” tutup Kasmidi.

Sebelumnya Pantai Pelaksana Mustika (DPPKB) mengatakan, kegiatan tersebut dilaksanakan selama dua hari, mulai ta ggal 1-2 Agustus 2022. Hari pertama di Ruang Tempudau Kantor Bupati dan hari kedua, akan praktek di RS SOHC Sangatta. Dengan narasumber sebanyak lima orang.

Turut hadir dalam kegiatan ini Perwakilan BKKBN Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) dr Yuliani, Sekretaris DPPKB Indra AriArie Iranday, perwakilan Kodim, Perangkat Daerah terkait, perwakilan Perusahaan serta undangan lainnya. (G-S04)

Loading