Sangatta — Kepala Diskop UKM Kutai Timur (Kutim), Marhadyn, mengatakan program hibah permodalan belum dapat menjangkau seluruh pelaku UMKM yang ada di daerah. Dari sekitar 20 ribu pelaku UMKM, pemerintah menargetkan bantuan hibah sekitar 200 pelaku usaha setiap tahunnya, menyesuaikan kemampuan daerah.

Menurutnya, kondisi tersebut membuat penguatan UMKM tidak dapat hanya mengandalkan bantuan hibah dari pemerintah daerah.

“Pelaku kita ada sekitar 20 ribu dan itu butuh permodalan. Kita hanya mampu pemerintah sekitar 200 minimal per tahun,” ujarnya.

Selain hibah, pemerintah juga mendorong pelaku UMKM memanfaatkan berbagai skema pembiayaan yang tersedia. Salah satunya melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Program tersebut dinilai dapat menjadi alternatif bagi pelaku usaha yang membutuhkan tambahan modal, khususnya mereka yang belum masuk dalam penerima hibah pemerintah daerah.

“Makanya ada Kredit Usaha Rakyat yang bisa diakses oleh mereka yang bunganya sangat hampir dibilang nol persen,” katanya.

Karena itu, penguatan legalitas UMKM menjadi salah satu bagian penting dalam program Diskop UKM Kutim. Pelaku usaha didorong memiliki NIB, NPWP serta kelengkapan administrasi lainnya agar lebih mudah mengakses berbagai program pembiayaan.

Selain pembiayaan, pemerintah juga terus mendorong pendataan UMKM agar keberadaan dan kondisi pelaku usaha dapat dipetakan dengan lebih baik.

Marhadyn mengatakan program hibah yang disiapkan pemerintah merupakan salah satu instrumen dari upaya penguatan UMKM, bukan satu-satunya bentuk dukungan pemerintah.

Dengan jumlah pelaku usaha yang cukup besar, dibutuhkan berbagai jalur pembiayaan sehingga UMKM memiliki lebih banyak pilihan untuk mengembangkan usahanya.

“Bukan hanya ini saja,” tegasnya.

Ia berharap pelaku UMKM dapat memahami berbagai program pembiayaan yang tersedia, baik melalui pemerintah daerah maupun program pemerintah pusat.

Dengan begitu, keterbatasan jumlah penerima hibah tidak menjadi penghalang bagi pelaku UMKM lain untuk mendapatkan akses permodalan dan mengembangkan usahanya. (ADV/TJ)

Loading