G-Smart.id-Samarinda- Komisi II DPRD Provinsi Kaltim soroti transparansi hasil seleksi perusda hal ini dinilai karena ada unsur kepentingan golongan.

Hasil seleksi pansel Perusda Kaltim telah rampung sejak bulan mei 2021 lalu, namun hingga saat ini masih menuai polemik terkait nama-nama yang dinyatakan lolos seleksi.

Pasalnya Nama-nama yang lolos tidak pernah secara gamblang disampaikan kepada publik, ditambah lagi dengan adanya isu-isu kepentingan golongan.

Hal ini disampaikan Sutomo Jabir Anggota Komisi II DPRD Kaltim setelah beberap kali mengadakan hearing, Komisi II pernah dijanjikan untuk selalu diinformasikan terkait setiap tahapan yang dilakui tim pansel namun nyatanya informasi tak pernah secara transparan disampaikan kepada komisi II.

“Tim pansel berpihak kepada nama-nama lama dan membatasi orang baru yang ingin masuk ke jajaran direksi perusda,” ujar Sutomo Jabir, Selasa (15/6)

Iapun pesimis terhadap perusda tidak dapat menghasilkan PAD maksimal bagi Kas Daerah, karena masih diisi oleh nama-nama lama yang sebelumnya pernah menjabat.

Hal ini pun dikuatkan berdasarkan pengamatan ketua jaringan aktifis akar rumput (Jangkar) Kaltim organisasi masyarakat yang berfokus terhadap kebijakan publik

Menurut Rony Ketua Jangkar Kaltim. Pemerintah tidak pernah terbuka terkait tahapan seleksi calon perusda

“Nama-nama yang lolos merupakan nama paketan yang sudah diatur sebelum seleksi berjalan sehingga seleksinya hanya formalitas semata,” beber Rony.

“Saya menyayangkan mengingat perusda harusnya bisa menjadi sumber pendapatan asli daerah PAD dan mendongkrak perekonomian kaltim, namu nyatanya saat ini hanya membebani APBD dengan meminta suntikan dana tampa keuntungan yang jelas,”tutupnya. (ADV/G-S05)