G-Smart.id – SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) menghadiri rapat via video confrence (vidcon) bersama Menteri Dalam Negeri (Mendagri), dalam upaya meningkatkan protokol kesehatan Covid 19.Senin (03/05/2021) di ruang rapat posko utama BPBD Kutim.

Isu keagamaan memang menjadi tantangan saat Bulan Suci Ramadan. Hal ini perlu disadari oleh pemerintah daerah supaya angka penuluran bisa ditekan.

Virus itu bisa dengan mudahnya menyebar jika masyarakat tidak menaati aturan. Mulai dari sholat berjamaah tanpa jarak dan tanpa masker, arak-arakan takbiran, pelaksanaan Sholat Ied tanpa batas, halal bihalal, hingga arus mudik.

Untuk itu, pemerintah pusat meminta agar edaran yang diberikan harus bisa diimplementasikan oleh pemerintah daerah. Supaya angka wabah bisa lebih tertekan.

Seperti diketahui, edaran menyebut tahun ini tidak diperkenankan melaksanakan giat takbiran keliling. Menteri agama hanya mengizinkan takbiran dilaksanakan di masjid dengan syarat masyarakat yang hadir tidak boleh lebih 50 persen dari kapasitas rumah ibadah tersebut.

Bupati Kutim, Ardiansyah Sulaiman menuturkan jika Kutim merupakan daerah yang cukup jauh, hingga tidak diperkenankan untuk melakukan perjalanan ke luar Kaltim.

“Kita harus mengikuti prosedur dan tidak melakukan mudik keluar daerah. Supaya kegiatan keagamaan tidak dianggap menjadi ledakan wabah,” ungkapnya.

Selain itu, ia meminta agar masing-masing masjid membuat spanduk peringatan prokes, hal ini kata dia supaya kesadaran masyarakat lebih meningkat. Pasalnya, terpantau di sejumlah rumah ibadah, penggunaan masker mulai kendor.

Serta, menurutnya pemantauan pasar menjelang hari raya akan diantisipasi, terutama dalam mengurai kerumunan masa. (ADV/G-S03)