Sangatta – Pawai Mobil Hias takbiran keliling menyambut Hari Raya Idul Fitri 1446 Hijriah Kembali menyemarakan Kota Sangatta. Pawai Takbir ini dilepas oleh Bupati Kutai Timur (Kutim) H Ardiansyah Sulaiman didampingi Wabup H Mahyunadi, Forkopimda dan Kepala Perangkat Daerah, minggu (30/3/2025) malam di Titik Nol Depan Tugu Bulan Sabit Masjid Agung Al Farouq Sangatta.

Arak-arakan Pawai Takbir keliling ini diikuti peserta sebanyak 38 kelompok yang dimulai dari Titik Nol Depan Tugu Bulan Sabit selanjutnya melintasi kota Sangatta dengan mengikuti pemandu atau foreder dari Satlantas Kutai Timur.

Dalam sambutannya Bupati Ardiansyah menyampaikan rasa syukurnya karena umat muslim telah menyelesaikan puasa Ramadhan genap 30 hari sesuai yang disampaikan oleh pemerintah.

Lanjut ia, terkhusus malam takbiran ini dirinya berharap momen kegembiraan idul fitri ini sudah menjadi tradisi dan budaya bagi masyarakat untuk berkeliling dengan menggunakan kendaraan sambil menggemakan takbir, tahmid dan tahlil dalam suasana Idul Fitri.

“Dengan tradisi tersebut kita berharap masyarakat memanfaatkan ini dengan baik, mudah-mudahan dengan Idul Fitri ini kita bersama-sama Kembali kepada fitrah,” ujar orang nomor satu Kutim ini.

Terakhir dirinya mengatakan, atas nama pribadi, keluatga dan Pemkab Kutim menyampaikan ucapan Minal Aidin Wal Faidzin, semoga puasa yang dijalani selama bulan Ramadhan ini senantiasa diterima Allah SWT.

“Minal Aidin Wal Faidzin, mohon maaf lahir dan batin,” pungkas Bupati Ardiansyah.

Sebelumnya Plt Kabag Kesra Setkab Kutim Nur Kholis menyampaikan digelarnya Takbir Keliling ini menyatukan keinginan umat Islam dalam melaksanakan takbir mursal yg telah menjadi tradisi dan pihaknya mengkordinir agar tercipta suasana yg kondusif, aman dan terarah.

Selain itu, lanjutnya, untuk merafleksikan rasa Syukur dengan menggemakan Takbir bersama semua lapisan masyarakat untuk mengagungkan Asma Allah, yang telah memberikan nikmat yang besar serta menjadi sarana syiar meninggikan kalimat Allah SWT, li I’laa kalimatillah.

“Dan meningkatkan kreasi masyarakat dalam keragaman budaya agama yang dituangkan dalam bentuk karya seni menghias kendaraan, melantunkan takbir dengan rebana dan alat musik lainnya,” tutur Nur Kholis.(G-S02)

Loading