G-Smart.id – Sangatta – Setelah belasan tahun tidak digunakan, akhirnya Kepala UPT Pasar membersihkan Gedung Pasar Sangatta Selatan. Seperti diketahui pasar ini akan kembali dipakai oleh pedagang.

Meski kerap banyak yang menolak, namun pemerintah mulai bersikap tegas. Beberapa upaya mulai terlihat dilakukan, seperti pembersihan area gedung hingga pendataan ulang pedagang.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kutim, Zaini mengatakan Pasar Sangatta Selatan itu tengah memasuki proses penataan ulang. Pihaknya memprioritaskan penggunaan lapak di lantai pertama terlebih dahulu yang akan diperuntukkan bagi pedagang sayur, buah dan sembako.

“Kami masih rapat penempatan lapak yang di bawah dulu. Nanti disesuaikan dengan pedagang yang ada,” katanya beberapa waktu lalu.

Hingga saat ini, masih tersisa 119 lapak yang belum dimanfaatkan pedagang. Meskipun data menyebut ratusan kios itu telah dimiliki pedagang lama, namun ke depan hal itu akan dirombak dengan pendataan pedagang baru.

“Kami prioritaskan pedagang yang sudah berjualan di area pasar, sambil mendata ulang untuk penempatan lapak dan kiosnya,” tandasnya.

Apalagi, sebelumnya para pedagang memiliki perjanjian tidak menempati kios selama tiga bulan maka harus mengangkat barang. Pun diketahui kios-kios ini tidak pernah digunakan selama belasan tahun lamanya.

Terpisah, Kepala UPT Pasar, Bohari menyampaikan timnya telah melakukan pendataan jumlah dan jenis pedagang yang akan dimasukkan ke dalam bangunan pasar.

“Kami bersama kepala dinas akan melapor ke bupati, sambil teman-teman lain mendata pedagang yang mau dimasukan ke gedung,” tuturnya.

Dia juga menyampaikan bangunan ini mampu menampung hingga 205 pedagang beragam jenis. Namun sampai saat ini diketahui jumlah pedagang sudah mencapai 235 orang.

“Pedagang yang sudah terdata ada 235 orang. Berarti masih ada 30 orang lagi yang belum tertampung. Mereka itu akan dibuatkan lapak pasar subuh, karena biasanya yang berjualan di atas trotoar itu pedagang sayur aja,” tuturnya.

Camat Sangatta Selatan, Hasdiah menegaskan pihaknya akan merelokasi pedagang yang ngotot berjualan di atas badan jalan. Apalagi, fungsi akses ini jadi terhambat karena banyaknya lapak dan tenda.

“Kalau masih ada tenda dan lapak ya susah kendaraan lewat. Apalagi jalur ini akses utama nantinya kalau jembatan sudah jadi,” tegas perempuan berjilbab ini. (G-S03)

Loading