Sangatta – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutai Timur (Kutim) Mulyono menilai mekanisme pengangkatan kepala sekolah saat ini perlu dievaluasi. Selain melalui tahapan administrasi, calon kepala sekolah juga harus mengikuti sejumlah proses dan persyaratan melalui sistem yang telah ditetapkan.

Menurut Mulyono, kondisi tersebut menjadi salah satu hal yang membuat sebagian guru belum tentu tertarik untuk mengambil posisi sebagai kepala sekolah. Terlebih, tanggung jawab yang diemban kepala sekolah cukup besar, sementara tambahan yang diterima dibandingkan guru biasa dinilai belum terlalu memberikan daya tarik.

“Sekarang ini untuk mengangkat kepala sekolah ribet. Ada aplikasinya, ada ujiannya, segala macam. Padahal jadi kepala sekolah hampir-hampir nggak ada nilai lebih yang didapatkan,” kata Mulyono.

Ia mengatakan, persoalan tersebut perlu menjadi bahan evaluasi ke depan. Apalagi Disdikbud Kutim masih memiliki puluhan kepala sekolah berstatus pelaksana tugas (Plt).

Mulyono menyebut jumlah Plt kepala sekolah saat ini lebih dari 60 orang, mencakup jenjang PAUD, SD hingga SMP. Karena itu, pihaknya akan berupaya mempercepat proses pengisian jabatan bagi calon yang telah memenuhi persyaratan.

“Plt kita itu sekitar 60 lebih lah. Itu PAUD, SD, SMP. Nggak sampai 100. Jadi secepatnya yang sudah memenuhi persyaratan dan sistem langsung kita proses,” ujarnya.

Ia menegaskan, pengangkatan tidak harus menunggu seluruh formasi terpenuhi secara bersamaan. Menurutnya, jika dilakukan secara kolektif justru akan membuat proses semakin lama.

Di sisi lain, Mulyono mengakui terdapat sejumlah persoalan ketika persyaratan dalam sistem tidak sepenuhnya sesuai dengan kondisi di sekolah. Salah satunya terkait persyaratan pangkat bagi calon kepala sekolah.

“Ini barang melalui sistem. Sistem ini kan nggak bisa kita tawar-menawar. Kalau kita langsung, hilang,” katanya.

Mulyono berharap mekanisme tersebut ke depan dapat dievaluasi agar kebutuhan kepala sekolah di daerah dapat terpenuhi tanpa mengabaikan ketentuan yang berlaku. (ADV/TJ)

Loading