Sangatta – Kehadiran program jaringan listrik desa (Lisdes) di wilayah Kecamatan Sandaran, Kabupaten Kutai Timur (Kutim), diharapkan tidak hanya menerangi rumah-rumah warga, tetapi juga mengurangi kesenjangan akses listrik yang selama ini dirasakan masyarakat.

Pj Camat Sandaran Mulyadi menyampaikan, sebelum jaringan listrik desa tersedia, kondisi penerangan masyarakat masih sangat beragam. Kemampuan ekonomi menjadi salah satu faktor yang menentukan fasilitas penerangan yang dapat digunakan warga.

“Untuk kondisi listrik sebelum adanya Lisdes masuk itu terlalu ada kesenjangan,” ujarnya

Ia menjelaskan, masyarakat dengan kemampuan ekonomi terbatas selama ini harus menggunakan penerangan seadanya sesuai dengan kemampuan masing-masing. Sementara itu, masyarakat yang memiliki kemampuan ekonomi lebih baik dapat menggunakan genset untuk memenuhi kebutuhan listrik sehari-hari.

Kondisi tersebut menunjukkan adanya perbedaan akses terhadap kebutuhan dasar masyarakat di wilayah pedesaan.

“ Masyarakat yang tidak mampu hanya menggunakan penerangan ala kadarnya dan sesuai kemampuannya. Namun bagi yang ekonominya tinggi, mereka bisa memakai genset dan sebagainya,” jelasnya.

Menurutnya, kehadiran Lisdes menjadi langkah penting untuk memberikan akses listrik yang lebih merata kepada masyarakat. Dengan tersedianya jaringan listrik, warga diharapkan dapat menikmati fasilitas penerangan yang lebih layak tanpa terlalu dipengaruhi oleh kemampuan ekonomi masing-masing.

Lebih dari sekadar penerangan, listrik juga menjadi kebutuhan yang mendukung berbagai aktivitas masyarakat. Ketersediaan listrik dapat membantu kegiatan ekonomi, usaha kecil dan menengah, sektor perkebunan, hingga aktivitas nelayan.

Mulyadi berharap keberadaan Lisdes dapat menciptakan kondisi masyarakat yang semakin setara dalam menikmati layanan dasar. Ia menilai, akses listrik yang lebih merata juga dapat memperkuat hubungan sosial antarwarga.

“Dengan adanya listrik itu bisa mendongkrak masyarakat, dalam hal tidak ada lagi kesenjangan dan bisa saling mengikat serta saling membutuhkan. karena sama-sama merasakan,” pungkasnya. (ADV/TJ)

Loading