SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) menyiapkan Learning Management System (LMS) sebagai sarana pembelajaran digital untuk mendukung peningkatan kompetensi Aparatur Sipil Negara (ASN) sekaligus membuka peluang pembelajaran bagi masyarakat.

LMS tersebut dikembangkan sebagai bagian dari penerapan Pemerintahan Digital. Keberadaannya diharapkan dapat mempermudah proses pembelajaran dan pengembangan kompetensi secara digital.

LMS tidak hanya menyasar ASN. Ke depan, masyarakat juga berpeluang mendapatkan materi pembelajaran melalui platform tersebut, termasuk materi mengenai keamanan digital.

“Untuk LMS ini kemungkinan besar bukan hanya menyasar ke ASN, ke masyarakat juga,” ujar Kepala Diskominfo Staper Rony Bonar melalui Kepala Bidang Aptika Reza Tri Akbari

Salah satu materi yang akan dikembangkan berkaitan dengan keamanan informasi, termasuk edukasi mengenai ancaman phishing dan berbagai tautan penipuan di internet. Edukasi tersebut dinilai penting agar masyarakat maupun ASN lebih waspada ketika menerima tautan atau informasi yang berpotensi membahayakan keamanan data.

Saat ini, LMS tersebut telah memiliki empat modul yang telah disetujui melalui koordinasi dengan Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM). Keempat modul tersebut meliputi Data Statistik dan Indikator, Literasi Perlindungan Data Pribadi, Pemrograman Dasar Fullstack Developer Berbasis Website, serta Praktik Keamanan Informasi.

Pengembangan materi dilakukan secara bertahap karena modul yang dimasukkan ke dalam LMS harus melalui proses verifikasi dan persetujuan sesuai ketentuan.

BKPSDM menjadi pihak yang berperan sebagai leading sector dalam urusan pendidikan dan pelatihan. Sementara itu, perangkat daerah terkait menyediakan sarana digital sebagai wadah untuk mendukung peningkatan kompetensi.

“Kita menyediakan rumahannya, maksudnya sarananya untuk mencapai peningkatan kompetensi, baik kompetensi ASN maupun masyarakat,” jelasnya. (ADV/TJ)

Loading