Sangatta – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Kutai Timur (Kutim) mulai memanaskan mesin persiapan menuju Pekan Olahraga Provinsi (PORPROV) Kalimantan Timur (Kaltim) VIII yang akan berlangsung di Kabupaten Paser pada November 2026 mendatang.

Langkah awal dilakukan melalui Rapat Koordinasi Tahap I yang digelar di Sekretariat KONI Kutim. Kegiatan tersebut dipimpin langsung Wakil Bupati Mahyunadi selaku Ketua Kontingen PORPROV, didampingi Kepala Dispora Basuki Isnawan, Ketua Umum KONI Kutim Rudi Hartono, serta jajaran pengurus olahraga daerah.

Dalam rakor tersebut, Ketua KONI Kutim Rudi Hartono meminta seluruh cabang olahraga membangun komunikasi yang aktif dengan pengurus kontingen agar berbagai kebutuhan atlet dapat dipenuhi sejak awal.

“Jangan sampai persoalan teknis baru disampaikan setelah pertandingan berlangsung. Semua harus dipersiapkan dari sekarang agar target peningkatan prestasi bisa tercapai,” ujar Rudi.

Sementara itu, Kepala Dispora Kutim Basuki Isnawan menjelaskan bahwa pihaknya kini sedang melakukan pendataan kebutuhan seluruh cabang olahraga yang akan berlaga di PORPROV. Dari total 64 cabor, tahap awal ini difokuskan pada 36 cabor agar koordinasi berjalan lebih efektif.

Menurutnya, data kebutuhan atlet dan official menjadi dasar penting dalam penyusunan anggaran, akomodasi, hingga fasilitas penunjang lainnya.

“Sekretariat KONI juga kini dijadikan Sekretariat Kontingen agar koordinasi lebih terpusat. Komunikasi dipercepat melalui grup WhatsApp untuk memudahkan distribusi informasi,” jelas Basuki.

Wakil Bupati Kutim Mahyunadi menegaskan bahwa target tiga besar yang diberikan pemerintah daerah harus dijawab dengan kerja keras dan strategi matang. Ia menyebut Kutim perlu fokus pada cabang olahraga penyumbang medali emas terbanyak agar peluang mendongkrak peringkat semakin besar.

“Kita harus cermat memilih prioritas. Cabang olahraga dengan banyak nomor pertandingan harus dimaksimalkan karena sangat berpengaruh terhadap perolehan emas,” katanya.

Mahyunadi juga memastikan kenyamanan atlet menjadi perhatian utama, mulai dari perlengkapan bertanding, konsumsi, transportasi hingga penginapan selama pelaksanaan PORPROV nanti.

Ia optimistis Kutai Timur mampu tampil kompetitif karena saat ini kesiapan anggaran daerah dinilai paling matang dibanding kabupaten dan kota lain di Kaltim. (DS)

Loading