
Sangatta – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur menargetkan tingkat kemiskinan terus ditekan dalam dua tahun mendatang. Setelah berada pada angka 8,07 persen pada 2025, tingkat kemiskinan ditargetkan turun menjadi 7,60 hingga 7,95 persen pada 2026 dan kembali ditekan menjadi 7,00 hingga 7,50 persen pada 2027.
“Pemerintah memandang angka kemiskinan 2025 sebagai pijakan penting untuk memperkuat program pengentasan kemiskinan secara lebih terarah dan berbasis data,” ujar Bupati ardiansyah Sulaiman saat berpidato pada Rapat Paripurna DPRD Kutai Timur dalam rangka memperingati HUT ke-27 Kabupaten Kutai Timur, Kamis (8/10/2026).
.
Ardiansyah menjelaskan, penanganan kemiskinan tidak boleh hanya mengandalkan bantuan sosial. Menurutnya, akar persoalan harus ditangani agar masyarakat tidak sekadar mampu bertahan, tetapi juga memiliki kemampuan untuk bangkit, produktif dan mandiri.
Karena itu, masyarakat yang membutuhkan dukungan harus mendapatkan akses terhadap pendidikan, kesehatan, pekerjaan, permodalan, pelatihan keterampilan, pangan, perumahan yang layak serta infrastruktur dasar.
Pendekatan tersebut menempatkan pengentasan kemiskinan sebagai bagian dari pembangunan lintas sektor. Pendidikan dan keterampilan diharapkan membuka peluang kerja, sementara dukungan ekonomi dan permodalan dapat memperkuat produktivitas masyarakat.
Pembangunan infrastruktur juga menjadi bagian penting karena akses jalan, pelayanan dasar dan konektivitas antarwilayah berpengaruh terhadap kesempatan masyarakat memperoleh layanan maupun mengembangkan aktivitas ekonomi.
“Pemerintah Kabupaten Kutai Timur juga menargetkan pembangunan yang lebih merata. Kemajuan, menurut pemerintah, tidak boleh hanya dirasakan masyarakat yang berada di pusat pemerintahan atau wilayah pusat pertumbuhan,”bebernya.
Ardiansyah mengatakan pembangunan harus dirasakan masyarakat hingga kecamatan dan desa-desa yang jauh dari pusat pertumbuhan. Karena itu, pemberdayaan ekonomi, peningkatan pelayanan dasar dan penguatan konektivitas terus ditempatkan dalam agenda pembangunan.
Target penurunan kemiskinan tersebut menjadi bagian dari sasaran makro pembangunan Kutai Timur bersama peningkatan IPM, pertumbuhan ekonomi, penurunan kesenjangan dan pengurangan pengangguran. (ADV/TJ)
![]()



