Sangatta – Gebyar Literasi Kutai Timur 2026 diharapkan menjadi pengungkit budaya membaca sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap bahan bacaan, khususnya bagi generasi muda.

Kehadiran sekitar 350 ribu eksemplar buku dari berbagai kategori menjadi bagian dari upaya mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) di Kutai Timur.

Kegiatan bertema “Buku untuk Semua, Literasi untuk Masa Depan” tersebut resmi dibuka Bupati Kutai Timur Ardiansyah Sulaiman di Aula Ki Hajar Dewantara YPPSB Munthe, Desa Swarga Bara, Kecamatan Sangatta Utara, Jumat (25/9/2026).

Digelar hingga 4 Oktober 2026, Gebyar Literasi Kutai Timur merupakan kolaborasi Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) bersama Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutim. Selain menghadirkan koleksi buku dalam jumlah besar, kegiatan ini juga memberikan akses pembelian buku dengan potongan harga hingga 50 persen.

Bupati Ardiansyah Sulaiman menilai penguatan literasi penting untuk membentuk masyarakat yang memiliki wawasan lebih luas dan mampu memahami perkembangan di sekitarnya.

Menurutnya, literasi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca buku, tetapi juga kemampuan memahami berbagai informasi, perkembangan teknologi digital, serta situasi kehidupan sehari-hari.

“Membaca tidak pernah ada batu sandungan. Semua yang ada di sekitar kita, baik di buku, lapangan, maupun situasi nyata adalah bahan pembelajaran,” ujar Ardiansyah.

Ia berharap gerakan literasi tidak berhenti pada kegiatan seremonial, tetapi mampu menjangkau seluruh lapisan masyarakat dan tumbuh menjadi budaya, terutama di kalangan generasi muda.

Sementara itu, Ketua Panitia Pengurus YPPSB, Ifan Vanani, menegaskan bahwa kemajuan daerah tidak cukup hanya mengandalkan kekayaan sumber daya alam seperti batu bara dan kelapa sawit. Kualitas sumber daya manusia menjadi salah satu fondasi penting bagi keberlanjutan pembangunan.

“Mimpi dan gagasan kita soal pendidikan bukan hanya mengajari anak-anak membaca dan menulis, tetapi bagaimana menjadikan Kutai Timur sebagai daerah yang mencetak pemimpin nasional,” ujarnya.

Melalui Gebyar Literasi Kutai Timur 2026, kolaborasi pemerintah, lembaga pendidikan, penerbit, dan komunitas literasi diharapkan terus berkembang sehingga akses terhadap bacaan semakin luas dan budaya literasi semakin kuat di masyarakat. (ADV/IR)

Loading