Sangatta, G-Smart.id – Selama 15 hari sembilan orang calon tenaga kerja (Naker) lulusan Sekolah Menengah Atas (SMA) atau sederajat yang belum memiliki skill akan diberikan training oleh PT Gemilang Start-up Media (GSM) untuk memperoleh keterampilan kerja sehingga tercipta tenaga kerja siap pakai.

Training perdana berlangsung dari tanggal 1 sampai 15 desember 2021 di Hotel Golden, Sangatta, Kutai Timur (Kutim). Training dibuka oleh Jayadi Kepala Bidang Pelatihan dan Produktivitas, Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kutim mewakili Kepala Disnakertrans, Rabu (1/12/2021).

Dalam sambutannya, pelaksanaan training itu yang diselenggarakan PT GSM itu, dirinya mengapresiasi LPK Swasta tersebut. Menurutnya, kegiatan itu bersinergi dengan visi dan misi Pemkab Kutim melalui Disnakertrans Kutim yakni, menciptakan 50.000 tenaga kerja baru. Khususnya, bagi mereka yang belum bekerja dan belum memiliki skill (Non Skill).

“Ini merupakan langkah maju, baru lima hari ketemu (Disnaker) langsung melakukan langkah-langkah strategis untuk membantu pemerintah,” tutur Jayadi, ditemui awak media usai pembukaan kegiatan itu.

Menurut Jayadi, saat ini Disnakertrans masih terbatas, dalam artian selama ini masih sebatas pelatihan (soft skill). Sebab trainer-trainer lebih kepada tugas Lembaga Pelatihan Kerja (LPK), seperti yang dilakukan oleh PT GSM itu.

“Apalagi, mereka (PT GSM) akan menyalurkan (labor supply). Itu suatu kemajuan dan sangat kami dukung. Insya allah, akan melakukan kerjasama dengan pihaknya. Karena tugas kami (Disnakertrans), memberdayakan masyarakat melalui lembaga-lembaga yang ada,” tuturnya.

Sementara itu, penyelenggara training Ishak Sugianto mengatakan, sebagai lembaga swasta, untuk menindaklanjuti permasalahan-permasalahan di lapangan terkait pandangan yang keliru, dari masyarakat kepada perusahaan.

“Masyarakat di sekeliling perusahaan tambang misalnya, bahwa ada keluhan masyarakat terhadap perusahaan yang menurut pandangan mereka, tidak melakukan penyerapan tenaga kerja lokal. Padahal sebenarnya tidak seperti itu,” imbuhnya.

Hanya saja permasalahan ditemukan, dalam penyerapan tenaga kerja lokal yang ada disekitar tambang itu, SDM tidak memadai.

Berangkat dari persoalan-persoalan itu, PT GSM mengambil langkah training sebagai solusi dari masalah tersebut. Yakni, dengan membekali orang-orang yang ada disekitar perusahaan tambang, dengan keterampilan sesuai dengan kebutuhan industri pertambangan, sawit dan sebagainya.

“Itu visi dan misi kita (PT GSM). Ini baru perdana,” ucapnya. (G-S04)