Sangatta, G-Smart. id – Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kutai Timur, Bahrani Hasanal mengkritisi sejumlah sekolah yang melakukan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT) namun tidak mampu mengkondisikan orang tua murid saat penjemputan.

Bahrani mengatakan hal tersebut lantaran sudah berulang kali melihat disejumlah sekolah yang ramai penjemput. Ia mengaku khawatir akan ada klaster sekolah bukan dari anak-anak atau guru melainkan orang tua murid.

“Sebenarnya mungkin sekolah sudah menjelaskan ya, untuk jangan bergerombol atau menunggu anak terlalu lama saat penjemputan, namun namanya ibu-ibu biasanya dikasih tau malah banyak yang kasih alasan,” kata Bahrani.

Ia menjelaskan hal ini harusnya dapat menjadi proses evaluasi tim satgas sekolah maupun kelurahan. Tak lupa dirinya juga telah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan terkait hal tersebut.

“Sudah kita koordinasikan, sudah kita beritahu juga. Jangan sampai apa yang kita usahakan untuk keluar dari PPKM ini jadi sia-sia,” bebernya.

Dirinya mengaku saat ini Kabupaten Kutai Timur tengah disibukkan dengan pemberian vaksinasi massal untuk mencapai 50 persen dan bergegas keluar dari PPKM level-3.

“Kita lagi sibuk untuk vaksinasi untuk mencapai angka 50 itu. Jangan sampai ketika kita sudah senang bisa melangsungkan PTMT malah harus ditutup kembali lantaran terjadi klaster penjemputan sekolah,” pintanya.

Meski hingga kini belum ada laporan terkait pelaksanaan PTMT termasuk terjadinya klaster baru, Bahrani berharap hal ini mampu ditindak tegas oleh Dinas Pendidikan untuk bahan evaluasi kedepannya.

“Saya harap Disdik dapat memberikan ketegasan terhadap sekolah yang abai terhadap protokol kesehatan,” tutupnya. (G-S09)