SANGATTA – Bupati Kutai Timur (Kutim) Ardiansyah Sulaiman mengatakan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini, telah berdampak besar bagi sistem pemerintahan dan birokrasi di Indonesia. Khususnya dalam hal pengelolaan keuangan pusat dan daerah.

“Ini menuntut kita (pemerintah daerah) harus segera melakukan perubahan dari metode konvensional (manual) menuju metode digital (elektronik) termasuk di dalam tata kelola informasi dan pembayaran gaji ASN,” ucap Ardiansyah ditemui, usai melaunching “Sistem Informasi Gaji Aparatur Sipil Negara (SINGA ASN) yang digagas Kepala Bidang Pembedaharaan BPKAD, Aji Salehuddin, Senin (18/10/2021) diruang Tempudau, Kantor Bupati.

Menurut Ardiansyah, aplikasi SINGA ASN tersebut, merupakan salah satu perwujudan Misi ke-4 Pemerintah Kabupaten Kutim yakni “Mewujudkan Pemerintahan yang Partisipasif berbasis Penegakan Hukum dan Teknologi Informatika”. Tujuannya, untuk menata kelola Pemerintahan yang bersih, efektif, transparan dan akuntabel berbasis elektronik.

“Aplikasi ini kedepannya menjadi motor, sekaligus bank data secara elektronik terkait informasi data gaji pegawai. Sehingga memudahkan, jika sewaktu – waktu diminta informasi terkait data gaji tersebut diperlukan oleh seluruh ASN,” ucap Ardiansyah.

Orang nomor satu di Kutim ini berharap, kepada seluruh OPD (Organisasi Perangkat Daerah) di lingkungan Pemkab Kutim, agar segera melakukan tindak lanjut, untuk perbaikan dan penyempurnaan data gaji ASN.

Sementara itu, Kepala Bidang Pembedaharaan BPKAD, Aji Salehuddin, mengatakan aplikasi ini, dibangun dengan berbasis android dan website yang bertujuan untuk memberikan kemudahan, kepada seluruh ASN di linkup pemerintahan Kabupaten Kutim untuk mengakses data gaji serta data diri pegawai baik secara mandiri maupun organisasi.

“Aplikasi ini, juga bisa mencegah pembayaran gaji pegawai yang telah memasuki masa pensiun serta sebagai solusi atas temuan BPK, terkait kelebihan pembayaran pegawai,”tutup Aji. (G-S04)