
SANGATTA – Bupati Kutai Timur (Kutim) Ardiansyah Sulaiman mengajak seluruh tenaga kesehatan untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat sebagai bentuk pengabdian terhadap kemanusiaan.
Pesan tersebut disampaikan Ardiansyah saat menghadiri Sangatta Neurosciences Update Symposium di Ruang Meranti, Kantor Bupati Kutai Timur, Sabtu (24/10/2026).
Dalam sambutannya, Ardiansyah menegaskan bahwa profesi di bidang kesehatan tidak hanya berkaitan dengan kemampuan dan keahlian medis, tetapi juga menyangkut tanggung jawab untuk memberikan manfaat bagi sesama.
Ia mengajak dokter, perawat, bidan, dan seluruh pemerhati kesehatan untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat, keluarga, maupun lingkungan sekitar.
Menurutnya, pengabdian yang dilakukan secara konsisten akan meninggalkan manfaat yang dapat terus dirasakan masyarakat. Karena itu, tenaga kesehatan diharapkan senantiasa menjaga komitmen profesional sekaligus menjadikan kemanusiaan sebagai bagian penting dari pelayanan.
“Kalau raja mati meninggalkan negeri, kalau manusia mati meninggalkan jasa,” ujar Ardiansyah.
Pada kesempatan tersebut, Ardiansyah juga menyampaikan apresiasi kepada para guru besar, kolegium, dan tenaga ahli yang hadir sebagai pemateri dalam simposium. Ia secara khusus mengapresiasi dr. Heru atas pengabdiannya di Kutai Timur hingga mengembangkan keahlian di bidang bedah saraf.
Ardiansyah menilai keberadaan tenaga medis dengan keahlian khusus merupakan kebanggaan bagi daerah. Upaya meningkatkan kompetensi dan memperluas pengetahuan tenaga kesehatan juga dinilai penting agar masyarakat mendapatkan pelayanan yang semakin baik.
Ketua IDI Kutim dr. Fathurahman menyampaikan bahwa simposium tersebut merupakan bagian dari rangkaian kegiatan dalam momentum HUT IDI ke-76, HUT Kabupaten Kutai Timur ke-27, dan Hari Kesehatan Nasional ke-62.
Menurutnya, kegiatan tersebut tidak sekadar menjadi agenda seremonial, tetapi juga diarahkan untuk memperkuat kompetensi dokter melalui simposium dan workshop, sekaligus mendorong pengembangan pelayanan kesehatan di Kutai Timur.
Rangkaian kegiatan berlangsung selama tiga hari dengan melibatkan Pemkab Kutim, Dinas Kesehatan, RSUD Kudungga, dan IDI Kutim. Agenda yang disiapkan mencakup pelayanan promotif dan deteksi dini, peningkatan pengetahuan, serta penguatan keterampilan klinis tenaga medis.
Melalui momentum tersebut, Ardiansyah berharap seluruh tenaga kesehatan terus meningkatkan kualitas pengabdian, sehingga kehadiran mereka benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat dan mendukung peningkatan derajat kesehatan di Kutai Timur. (ADV/TJ)
![]()



