Sangatta – Pekan Raya Expo Kutai Timur (Kutim) 2026 mencatat nilai transaksi mencapai Rp4.245.900.000 hingga pukul 18.00 Wita pada hari penutupan, Minggu (19/10/2026). Capaian tersebut menunjukkan besarnya potensi pameran daerah dalam mendorong pemasaran produk lokal dan menggerakkan perekonomian masyarakat.

Wakil Bupati Kutim Mahyunadi yang menutup kegiatan di Alun-Alun Bukit Pelangi, Sangatta, mengapresiasi partisipasi pelaku usaha, dukungan pemerintah, serta antusiasme masyarakat selama pelaksanaan expo yang menjadi bagian dari peringatan HUT ke-27 Kutim tersebut.

Menurut Mahyunadi, Pekan Raya Expo bukan sekadar ajang hiburan dan pameran, tetapi juga sarana mempertemukan pemerintah, dunia usaha, mitra pembangunan, dan masyarakat untuk membuka peluang kerja sama ekonomi.

“ Kegiatan ini menjadi sarana mempertemukan pemerintah, pelaku dunia usaha, mitra pembangunan, dan masyarakat untuk membangun peluang kerja sama yang dapat memberikan manfaat ekonomi bagi daerah,” ujarnya.

Nilai transaksi miliaran rupiah tersebut menjadi salah satu indikator aktivitas perdagangan selama pameran, terutama bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Panitia mencatat angka itu hingga sore hari, sehingga masih berpotensi meningkat seiring transaksi yang berlangsung sampai malam penutupan.

Mahyunadi menegaskan, manfaat expo diharapkan tidak berhenti setelah kegiatan berakhir. Pelaku UMKM perlu terus meningkatkan kualitas produk dan memperluas jangkauan pemasaran agar mampu bersaing di pasar regional maupun nasional.

Ia juga menekankan pentingnya sinergi pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat dalam memperkuat kemandirian ekonomi, membuka lapangan kerja, serta meningkatkan kesejahteraan warga.

Sementara itu, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kutim, Novian Pranata, menyampaikan apresiasi kepada pemerintah daerah, panitia HUT ke-27 Kutim, peserta pameran, serta seluruh pihak yang mendukung kegiatan tersebut.

Ia juga mengapresiasi masyarakat yang berkunjung dan membeli produk UMKM selama expo berlangsung.

Penutupan Pekan Raya Expo Kutim 2026 menjadi momentum untuk menindaklanjuti capaian transaksi dan peluang kerja sama yang telah terbentuk. Pemerintah daerah diharapkan terus memperkuat promosi produk unggulan, memperluas akses pasar, serta mendorong pertumbuhan UMKM agar memberikan dampak ekonomi berkelanjutan bagi masyarakat Kutim. (ADV/ML)

Loading