
SANGATTA – Sebanyak 10 dari 50 program unggulan Bupati dan Wakil Bupati Kutai Timur berada di sektor pendidikan. Program tersebut mencakup sejumlah kebutuhan pendidikan, mulai dari seragam, buku, dukungan operasional hingga beasiswa dan pemenuhan sarana prasarana.
Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Kutai Timur Mulyono saat menjelaskan target kinerja sektor pendidikan hingga akhir 2026.
Dari 50 program unggulan yang menjadi agenda pemerintah daerah, sektor pendidikan mendapat porsi sebanyak 10 program. Pelaksanaannya menjadi salah satu target utama yang harus didorong oleh Dinas Pendidikan Kutai Timur.
“Banyak, seperti yang tadi, mulai dari seragam, buku, Bosda, beasiswa, kemudian pemenuhan sarana prasarana, dan lain-lain,” jelasnya.
Program-program tersebut menyasar berbagai kebutuhan yang berkaitan langsung dengan layanan pendidikan. Penyediaan seragam dan buku menjadi bagian dari dukungan terhadap kebutuhan peserta didik, sementara Bosda dan beasiswa diarahkan untuk mendukung keberlangsungan pendidikan.
Di sisi lain, pemenuhan sarana dan prasarana juga menjadi bagian penting dalam menunjang proses pembelajaran di satuan pendidikan. Dengan demikian, pelaksanaan 10 program tersebut tidak hanya berorientasi pada bantuan kepada peserta didik, tetapi juga penguatan fasilitas pendidikan.
Meski demikian, rincian lengkap mengenai 10 program pendidikan tersebut belum dipaparkan satu per satu. Disdik Kutim menyatakan pembahasan lebih mendalam mengenai program tersebut dapat dilakukan pada kesempatan berikutnya.
“Kalau kita mau bedah khusus, nanti kita cari waktu yang pas untuk bedah itu. Intinya Pak Bupati punya 50 program unggulan,” katanya.
Ia menegaskan, dari keseluruhan 50 program unggulan kepala daerah, 10 di antaranya menjadi tanggung jawab sektor pendidikan.
“Nah, itu dari 50, 10 di antaranya ada di Dinas Pendidikan,” pungkasnya. (ADV/TJ)
![]()



