
SANGATTA – Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Pemkab Kutim) terus mendorong penguatan layanan pemerintahan berbasis digital untuk memberikan kemudahan akses informasi dan pelayanan kepada masyarakat. Saat ini, sejumlah perangkat daerah telah memiliki aplikasi layanan masing-masing yang digunakan masyarakat dalam memenuhi berbagai kebutuhan administrasi maupun informasi.
Kepala Bidang Aplikasi Informatika Dinas Komunikasi Informatika, Statistik, Persandian dan Keamanan (Diskominfo Staper) Kutimr Reza Tri Akbar menjelaskan, tantangan yang masih dikembangkan bukan pada ketersediaan aplikasi layanan, melainkan bagaimana berbagai layanan tersebut dapat terintegrasi dalam satu ekosistem digital.
“Sebenarnya layanan masing-masing OPD itu sudah punya layanan masyarakatnya sendiri-sendiri. Yang belum kita punya itu integrasi layanan,” jelasnya.
Ia menyebut, sejumlah perangkat daerah telah menyediakan aplikasi yang dapat dimanfaatkan masyarakat. Salah satunya Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kutai Timur melalui layanan Siap Kawal.
Selain itu, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kutai Timur juga memiliki layanan digital yang dapat digunakan masyarakat. Layanan digital lainnya tersedia pada sektor koperasi untuk mendukung kebutuhan koperasi-koperasi yang ada di Kutai Timur.
Dari sejumlah layanan tersebut, Siap Kawal disebut menjadi salah satu layanan yang paling banyak digunakan masyarakat.
“Pasti Siap Kawal,” ujarnya saat ditanya mengenai layanan yang paling sering dimanfaatkan masyarakat.
Selain aplikasi pelayanan, Diskominfo Staper juga mengelola fasilitas digital berupa CCTV dan Wi-Fi publik. CCTV berfungsi sebagai sarana informasi sekaligus mendukung pemantauan kondisi di sejumlah wilayah.
Sementara itu, keberadaan Wi-Fi publik di 80 titik menjadi bagian dari upaya pemerintah dalam memperluas akses masyarakat terhadap internet. Fasilitas tersebut tersedia di sejumlah titik di wilayah Kutai Timur dan dapat dimanfaatkan masyarakat.
“Wi-Fi publik juga kita ada. Tinggal dilihat saja di mana saja yang ada di Kutai Timur,” yang bisa diakses semua masyarakat melalui kink https://wifi.kutaitimurkab.go.id/ katanya.
Pengembangan layanan digital tersebut menjadi bagian dari transformasi pelayanan pemerintahan di Kutai Timur. Ke depan, integrasi antarlayanan diharapkan dapat membuat masyarakat lebih mudah menemukan dan mengakses berbagai layanan pemerintah tanpa harus menggunakan banyak platform secara terpisah.
Upaya integrasi ini sekaligus diarahkan untuk membangun ekosistem pemerintahan digital yang lebih terhubung, sehingga layanan dari berbagai perangkat daerah dapat diakses secara lebih efektif oleh masyarakat. (ADV/TJ)
![]()



