Sangatta – Cokelat olahan kakao, keripik pisang, madu hutan, hingga kerajinan khas Suku Basap menjadi bagian dari kekayaan lokal yang diperkenalkan Kecamatan Karangan dalam Pekan Raya Kutai Timur (Kutim) Expo 2026. Beragam produk tersebut mencerminkan potensi usaha dan kreativitas masyarakat yang terus didorong agar semakin dikenal serta memiliki peluang pasar lebih luas.
Di stan Kecamatan Karangan, produk berbahan kakao menjadi salah satu unggulan yang menarik perhatian. Kakao diolah menjadi cokelat batangan dan permen cokelat, memperlihatkan upaya mengembangkan hasil lokal menjadi produk dengan nilai tambah.
Selain olahan kakao, Karangan juga menghadirkan produk berbahan pisang, seperti keripik pisang, serta kerupuk gompo. Madu hutan Karangan turut melengkapi produk yang dipamerkan, bersama sejumlah kerajinan tangan dari Suku Basap yang memperlihatkan keterampilan dan kekayaan budaya masyarakat setempat.
Kehadiran produk pangan dan kerajinan tersebut membuat stan Karangan tidak hanya menjadi tempat promosi hasil usaha masyarakat, tetapi juga ruang untuk memperkenalkan potensi lokal dan identitas budaya daerah kepada pengunjung.
Camat Karangan, H. Reza Pahlevi, mengatakan pihaknya membawa sejumlah produk unggulan untuk ditampilkan dalam pameran yang berlangsung pada 12–18 Oktober 2026 di Alun-alun Bukit Pelangi, Sangatta.
“Ya, yang pasti untuk kali ini Karangan ada membawa beberapa produk. Salah satunya adalah hilirisasi dari cokelat kakao. Ada cokelat batangan dan cokelat permen. Terus ada produk dari pisang, keripik pisang dan kerupuk gompo, ada juga madu hutan, hingga kerajinan khas Suku Basap” ungkap H. Levi sapaan akrabnya.
Bagi Karangan, keikutsertaan dalam Kutim Expo bukan sekadar meramaikan peringatan hari jadi Kutim. Ajang ini menjadi kesempatan untuk memperkenalkan produk unggulan, menjangkau konsumen baru, sekaligus menunjukkan potensi masyarakat dari sektor pangan hingga kerajinan.
Produk seperti madu hutan dan kerajinan Suku Basap juga menjadi bagian dari upaya memperkenalkan kekhasan Karangan. Dengan semakin banyak masyarakat mengenal produk tersebut, diharapkan terbuka peluang untuk meningkatkan pemasaran sekaligus mendukung keberlanjutan usaha masyarakat.
Reza berharap keikutsertaan Karangan dalam expo tahun ini dapat memberikan hasil yang membanggakan. Selain memperluas pengenalan produk unggulan, pihaknya juga berharap dapat meraih penghargaan dalam penyelenggaraan pameran tersebut.
“Harapannya pada expo kali ini Karangan tidak hanya sekadar turun, tapi insyaallah mudah-mudahan kami juga ingin merasakan mendapat paling tidak nomor penghargaan dari Pemerintah Kabupaten Kutai Timur,” ujarnya.
Melalui pameran ini, Karangan berharap produk olahan kakao, keripik pisang, kerupuk gompo, madu hutan, dan kerajinan Suku Basap semakin dikenal serta diminati. Lebih dari sekadar tampil selama expo, promosi tersebut diharapkan menjadi langkah untuk memperluas pasar, mengembangkan usaha masyarakat, dan memperkenalkan kekayaan lokal Karangan kepada khalayak yang lebih luas. (ADV/DS)
![]()




