Sangatta – Bupati Kutai Timur (Kutim) Ardiansyah Sulaiman mengajak masyarakat mendukung produk lokal dengan berbelanja di Pekan Raya Kutim Expo 2026. Langkah tersebut diharapkan dapat memperluas akses pasar bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi kerakyatan di Kutim.

Ajakan itu disampaikan Ardiansyah saat membuka Kutim Expo 2026 di Alun-alun Halaman Kantor Bupati Kutim, Senin (12/10/2026). Kegiatan yang digelar dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 Kabupaten Kutim tersebut berlangsung selama tujuh hari, hingga 18 Oktober 2026.

Ardiansyah menekankan, kehadiran masyarakat dalam Expo hendaknya tidak hanya untuk meramaikan kegiatan, tetapi juga menjadi kesempatan mengenal dan membeli produk yang dihasilkan pelaku usaha lokal.

Menurutnya, dukungan konsumen menjadi salah satu faktor penting agar produk UMKM Kutim mampu memperluas jangkauan pemasaran, mulai dari pasar lokal dan regional hingga berpeluang menembus pasar global.

“Dengan digelarnya Expo ini, kita menginginkan produk-produk pelaku usaha kecil kita mendapatkan tempat yang cukup memadai di tengah pasar, baik itu lokal, kemudian regional, dan semoga saja pasar global,” ujarnya.

Ia menjelaskan, keberhasilan Kutim Expo tidak cukup diukur dari jumlah pengunjung. Dampak nyata berupa transaksi penjualan, terbentuknya kemitraan bisnis, serta terbukanya peluang masuk ke pasar yang lebih luas juga menjadi indikator penting.

Ardiansyah berharap, kegiatan tersebut dapat menjadi ruang pertemuan antara pelaku UMKM dengan calon pembeli dan mitra usaha sehingga produk lokal semakin dikenal, memiliki nilai tambah, serta mampu bersaing.

“Marilah kita jadikan Expo ini sebagai ajang dalam rangka untuk menaikkan kelas para pelaku usaha ekonomi kita,” ajaknya.

Sementara itu, Ketua Panitia HUT Kutim 2026, Trisno, yang juga menjabat Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Kabupaten Kutim, melaporkan bahwa sebanyak 231 peserta mengikuti Kutim Expo 2026.

Peserta tersebut terdiri atas 39 perangkat daerah, 18 kecamatan, tiga instansi vertikal, empat perusahaan pertambangan, satu stan Gabungan Perusahaan Perkebunan Indonesia (GAPKI), tiga perbankan, tiga organisasi, serta 160 pelaku usaha mikro dan ekonomi kreatif.

Trisno menyebutkan, seluruh stan peserta disediakan secara gratis tanpa dipungut biaya. Fasilitas tersebut diberikan untuk membuka kesempatan lebih luas bagi pelaku usaha dalam mempromosikan produk sekaligus mempertemukan mereka dengan calon konsumen.

Menurutnya, Kutim Expo bukan sekadar agenda tahunan untuk memeriahkan hari jadi daerah, melainkan juga menjadi sarana promosi potensi daerah, penguatan UMKM, serta penyampaian informasi pembangunan dan pelayanan publik kepada masyarakat.

“Semoga kegiatan ini dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat sekaligus memperkuat semangat pembangunan bersama dalam momentum HUT ke-27 Kabupaten Kutai Timur,” pungkasnya.

Loading