SANGATTA – Sektor pertanian menunjukkan perkembangan positif di Kutai Timur. Produksi padi daerah pada 2025 mencapai 15.165 ton, dengan produksi beras sebesar 8.821 ton. Capaian tersebut menjadi salah satu indikator yang disoroti pemerintah dalam pembangunan sektor pertanian.

Kinerja sektor tanaman padi disebut mengalami pemulihan kuat sejak 2024 hingga 2025. Produktivitas meningkat menjadi 36,78 kuintal per hektare pada 2024 dan relatif stabil pada 36,12 kuintal per hektare pada 2025.

“Peningkatan produksi tersebut menunjukkan upaya intensifikasi dan perbaikan sistem budidaya mulai memberikan hasil,”ujar Bupati Ardiansyah Sulaiman.

Bupati Ardiansyah menyampaikan pembangunan sektor pertanian dalam arti luas menjadi bagian penting dari agenda transformasi ekonomi Kutai Timur. Pemerintah ingin sektor ekonomi produktif semakin kuat sehingga daerah tidak hanya bergantung pada sektor berbasis sumber daya alam.

Selain pertanian, sektor yang menjadi perhatian meliputi perkebunan, peternakan, perikanan dan kelautan, pariwisata, industri pengolahan serta ekonomi kreatif.

Pemerintah menilai sumber daya alam yang dimiliki Kutai Timur harus dikelola agar mampu menghasilkan nilai tambah, lapangan pekerjaan dan kesejahteraan masyarakat dalam jangka panjang.

Di sektor peternakan, populasi ayam ras pedaging yang sempat mengalami penurunan pada 2024 kembali meningkat pada 2025 menjadi 811.500 ekor. Kondisi serupa juga terjadi pada ayam kampung dan ayam petelur yang mulai mengalami pemulihan.

Produksi daging unggas disebut relatif stabil dengan kecenderungan meningkat kembali pada 2025, terutama ayam ras pedaging sebagai penopang konsumsi protein hewani masyarakat. Penguatan pertanian dan peternakan juga berkaitan dengan agenda ekonomi lokal. Peningkatan produksi diharapkan dapat membuka ruang usaha, memperkuat pendapatan masyarakat dan mendukung ketersediaan pangan.

Karena itu, pemerintah terus mendorong pembangunan infrastruktur sebagai penunjang. Jalan dan konektivitas diperlukan untuk memperlancar distribusi hasil pertanian dan perkebunan.

Dirinya juga menegaskan transformasi ekonomi harus memberikan nilai tambah bagi masyarakat. Pertanian dan sektor produktif lainnya diharapkan semakin menjadi bagian dari fondasi ekonomi Kutim. (ADV/TJ)

Loading