Sangatta – Mengantisipasi fluktuasi permintaan gas elpiji bersubsidi, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kutai Timur (Kutim) mengambil langkah cepat dengan mengusulkan penambahan alokasi stok ke tingkat provinsi. Langkah ini diambil guna memastikan masyarakat tidak kesulitan mendapatkan tabung melon 3 kg saat terjadi lonjakan kebutuhan.
Kepala Disperindag Kutim, Nora Ramadhani, mengungkapkan bahwa pihaknya telah mengusulkan penambahan cadangan sekitar 200 tabung di luar kuota tetap. Langkah ini telah dikoordinasikan melalui Bupati Kutai Timur untuk diteruskan ke Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim).
“Secara statistik, kuota kita sebenarnya cukup. Namun, penggunaan di lapangan bersifat fluktuatif, terutama saat ada momen hari besar atau kegiatan keagamaan. Tambahan ini penting sebagai langkah ‘jaga-jaga’ agar distribusi tetap stabil,” ujar Nora saat ditemui, Kamis (22/1/2026).
Selain isu stok, tantangan lain yang dihadapi adalah tuntutan penyesuaian Harga Eceran Tertinggi (HET). Nora menyebutkan bahwa harga jual di tingkat pangkalan saat ini masih merujuk pada regulasi tahun 2019. Hal ini dianggap sudah tidak relevan dengan kenaikan biaya operasional dan logistik saat ini.
Menurutnya, para pemilik pangkalan mulai merasa terbebani secara finansial. “Kondisi saat ini sangat berbeda dengan tujuh tahun lalu. Jika hitungan usahanya sudah tidak masuk akal (merugi), kita khawatir pangkalan akan berhenti beroperasi, yang justru akan menyulitkan akses masyarakat mendapatkan gas,” tambahnya.
Mengenai fungsi pengawasan, Nora mempertegas bahwa kendali utama operasional agen dan pangkalan berada di bawah Pertamina. Disperindag Kutim berperan sebagai jembatan koordinasi dan pelapor jika terjadi ketidakberesan di lapangan.
“Karena izin usaha pangkalan berasal dari Pertamina, maka kewenangan untuk memberikan teguran atau sanksi ada di tangan mereka. Kami di daerah terus memantau dan akan memberikan laporan berkala jika ditemukan adanya penyalahgunaan atau ketidaksesuaian harga di tingkat bawah,” pungkasnya. (IR)
![]()



