SANGATTA – Istilah S1, S2, dan S3 kini tidak lagi hanya milik mahasiswa muda. Di Kutai Timur (Kutim), para lansia berusia 60 tahun ke atas berkesempatan meraih gelar standar tersebut melalui program Sekolah Lansia.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DPPKB) Kutim, Ahmad Junaidi, menjelaskan bahwa sekolah ini mengadopsi sistem pendidikan non-formal yang terstruktur namun tetap menyenangkan. Setiap jenjang pendidikan menuntut 12 kali pertemuan dengan materi yang dirancang khusus untuk kebutuhan masa tua.

Uniknya, para lansia yang berhasil menyelesaikan masa belajar dengan tingkat kehadiran minimal 80 persen akan menjalani prosesi wisuda resmi lengkap dengan toga dan sertifikat.

“Kami menggunakan istilah Standar 1, Standar 2, dan Standar 3. Jadi, mereka tidak bisa lanjut ke jenjang berikutnya jika belum lulus di tahap awal. Ini bukan sekadar kumpul-kumpul, tapi ada edukasi berkelanjutan tentang kesehatan, hobi, hingga spiritual,” kata Junaidi.

Materi yang diajarkan sangat beragam, mulai dari pemeriksaan kesehatan gigi dan rongga mulut, cek medis rutin, hingga pelatihan keterampilan seperti membatik dan pembuatan kue (pastry & bakery). Junaidi menekankan bahwa sekolah ini bertujuan agar lansia tetap produktif tanpa harus menguras tenaga secara berlebihan.

“Tujuan utama kita adalah kebahagiaan mereka. Sepanjang mereka senang dan hobinya tersalurkan, itu yang kita dukung,” tambahnya. (IR)

Loading