
SANGATTA- Penampilan memukau penari yang membawakan tari Etam Bejepen menjadi pembuka malam penutupan Festival Magic Land yang berlangsung di Jogging track, Polder Ilham Maulana, Sangatta Utara, Minggu (16/11/2025) malam.
Para penari yang berasal dari salah satu Sanggar tari asal Sangatta ini mampu menarik perhatian para pengunjung yang pada kegiatan yang sudah berlangsung sejak tanggal 14 November lalu. Nampak beberapa pengunjung menggunakan gawaianya untuk merekam setiap gerak tari yang di bawakan dengan cukup harmonis oleh setiap penari yang terdiri dari tiga laki-laki dan empat perempuan tersebut.
Sedikit mengulik tentang sejarah tari berdasarkan sinopsis yang di bacakan oleh pembawa acara, Tari eram bejepen atau lebih dikenal sebagai Tari Jepen, adalah tarian tradisional khas Suku Kutai dari Kalimantan Timur (Kaltim) yang kaya akan pengaruh budaya Melayu dan Islam.
Etam Bejepen sendiri, secara harfiah berarti kita menari jepen. Gerakan para penari yang lincah dengan irama musik yang riang, sering kali melibatkan interaksi antar penari dalam suasana ceria, para penari bermain dengan suka ria dengan menggunakan bambu dan anyaman.
Tarian ini, juga di ketahui telah ada sejak masa Kesultanan Kutai Kartanegara dan berkembang sebagai bagian dari tradisi upacara adat. Pada masa lalu, Bejepen dipentaskan dalam rangkaian ritual adat penyembuhan atau pengobatan tradisional, yang dilakukan oleh seorang belian (dukun atau pemimpin ritual).
Nama “Bejepen” berasal dari kata jepen, sejenis kursi atau tempat duduk kayu yang digunakan dalam ritual tersebut. Dahulu, para penari melakukan gerakan khas sambil berada di sekitar jepen yang menjadi simbol tempat turunnya berkah dan kekuatan spiritual. Seiring perkembangan zaman, Tari Bejepen tidak lagi digunakan hanya untuk ritual, tetapi juga dipentaskan dalam acara budaya, penyambutan tamu, serta festival daerah. (ADV/Bung TJ)
![]()



