G-Smart.id – Samarinda – Anggota DPRD Kaltim, Sarkowi V Zahry meminta Gubernur, Bupati atau Wali Kota untuk memperhatikan terkait kelanjutan pendidikan para anak yatim di Kaltim yang orang tuanya meninggal akibat pandemi COVID-19.

“Pendidikan itu fase memperbaiki kehidupan dan masa depan. Dengan kehilangan pendidikan, maka bisa kehilangan peningkatan kehidupannya. Masa depan anak anak itu tidak bisa dibiarkan begitu saja,” kata Sarkowi, Selasa (10/7/2021).

Pendidikan merupakan hak warga negara yang dijamin undang undang, jangan sampai dengan keadaan tersebut berdampak terhadap anak-anak yatim piatu ini kehilangan kesempatan belajarnya.

Untuk itu sambung Sarkowi, kepala daerah di Kaltim perlu mempunyai kepekaan soal ini dan mempunyai good will mewujudkannya. Dengan demikian, berikutnya tinggal pendataan serta update data para anak yatim yang ada di wilayahnya.

“Secara teknis Gubernur, Bupati atau Walikota bisa juga berkoordinasi menyampaikan usulan yang sama kepada pemerintah pusat,” kata Sarkowi

Kepedulian Sarkowi terlihat ketika menceritakan kunjungannya minggu lalu di Desa Bukit Pariaman, Kecamatan Tenggarong Seberang, Kukar. Salah satu warga yang wafat bernama Budi Catur akibat COVID-19 dan meninggalkan tiga anak usia SD, TK dan usia dua tahun.

Apalagi seiring peringatan hari kemerdekaan RI tahun ini, lanjut Sarkowi merupakan momentum penting dan sangat tepat menunjukkan semangat bahwa negara dengan struktur pemerintahan dan aparatnya hadir di tengah tengah persoalan rakyatnya termasuk yang memerlukan keberlanjutan pendidikan.

“Anggaran negara atau daerah itu dari rakyat, selayaknya kembali dan dimanfaatkan untuk rakyat,” tutupnya. (*)