Sangatta – Ribuan santri dan jemaah majelis taklim memadati kawasan Polder Ilham Maulana, Jalan Dayung, Sangatta, Jumat (31/10/2026) malam, dalam kegiatan Santri Kutim Berselawat ke-4. Puncak kegiatan ditandai dengan aksi kolosal pemukulan 5.000 rebana yang melibatkan peserta dari berbagai majelis taklim di Kutai Timur (Kutim).

Kegiatan yang dihadiri Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Santri Nasional (HSN) ke-12 tahun 2026. Agenda ini diinisiasi Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kutim bekerja sama dengan Polres Kutai Timur.

Mengusung tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ruang syiar keagamaan, tetapi juga momentum mempererat persatuan, menjaga keharmonisan, serta memperkuat nilai-nilai spiritual di tengah masyarakat.

Dalam sambutannya, Ardiansyah menegaskan bahwa peringatan Hari Santri Nasional menjadi pengingat atas besarnya kontribusi ulama dan santri dalam perjuangan merebut serta mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Ia berharap semangat perjuangan tersebut terus diwariskan melalui peran santri dan masyarakat dalam membangun daerah yang aman, tenteram, dan harmonis.

“Hari ini kita menguatkan Kutai Timur menjadi daerah yang tenteram, aman serta selalu berada dalam keridaan Allah SWT,” kata Ardiansyah.

Menurut dia, pembangunan daerah membutuhkan kebersamaan dan kekompakan seluruh elemen masyarakat. Ia mengibaratkan kolaborasi tersebut seperti permainan musik rebana yang membutuhkan keselarasan irama dan komando agar menghasilkan harmoni.

Karena itu, sinergi antara pemerintah, ulama, organisasi keagamaan, dan masyarakat menjadi salah satu kunci dalam menjaga persatuan sekaligus mendorong kemajuan Kutim.

Ardiansyah juga mengapresiasi PCNU Kutim dan seluruh pihak yang telah bergotong royong menyukseskan kegiatan tersebut. Sebagai bentuk dukungan terhadap tradisi keagamaan, pemerintah daerah berencana menjadikan kegiatan selawat sebagai agenda rutin dalam rangkaian peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kutim.

Sementara itu, Wakil Ketua Panitia Muhammad Yasin mengungkapkan, suksesnya penyelenggaraan Santri Kutim Berselawat tidak terlepas dari dukungan dan partisipasi masyarakat, jemaah, lembaga, hingga sektor industri lokal.

Berdasarkan catatan panitia, dukungan swadaya yang terkumpul mencapai Rp135.830.000. Selain itu, tersedia 4.315 nasi kotak dari 51 majelis taklim serta ratusan paket konsumsi lainnya.

Adapun parade rebana diikuti 1.155 peserta yang berasal dari 63 majelis taklim.

Yasin menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi, sehingga kegiatan keagamaan tersebut dapat terlaksana dengan baik dan mendapat sambutan antusias dari masyarakat.(IR)

Loading