SANGATTA – Peningkatan literasi masih menjadi pekerjaan rumah bagi Kabupaten Kutai Timur (Kutim). Pemerintah Kabupaten Kutim mengakui capaian literasi daerah masih berada di bawah target dan capaian nasional. Kondisi ini membutuhkan keterlibatan berbagai pihak agar upaya meningkatkan minat baca dan kemampuan literasi dasar dapat berjalan lebih luas.

Persoalan tersebut turut disinggung Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kutim, Mulyono, saat membuka Focus Group Discussion (FGD) persiapan pembentukan pengurus Asosiasi Guru Motivator Literasi Indonesia (AGuMLI) Kabupaten Kutim, mewakili Bupati Ardiansyah Sulaiman. Kegiatan yang berlangsung di Pendopo Rumah Jabatan Bupati Kutim itu menjadi forum untuk membahas arah organisasi sekaligus merumuskan program yang dapat mendukung pengembangan literasi di daerah.

Mulyono menilai, peningkatan literasi tidak bisa hanya dibebankan kepada satu instansi. Pendidikan dan perpustakaan memiliki keterkaitan erat, sehingga upaya memperkuat budaya literasi membutuhkan kerja sama antara pemerintah, tenaga pendidik, pengelola perpustakaan, pihak swasta, dan masyarakat.

Menurutnya, keberadaan AGuMLI diharapkan menjadi salah satu bagian dari upaya tersebut. Namun, pembentukan organisasi harus diikuti dengan program kerja yang jelas dan dapat dilaksanakan. Forum diskusi pun dinilai penting untuk menyamakan persepsi, menentukan peran, serta merumuskan langkah yang sesuai dengan kebutuhan di lapangan.

Ia juga mengingatkan agar organisasi tidak hanya berorientasi pada pembentukan kepengurusan dan pelantikan. Hal yang lebih penting adalah kontribusi nyata dalam mendukung kemajuan pendidikan dan meningkatkan literasi masyarakat.

Upaya tersebut memerlukan program yang berkelanjutan, mulai dari mendorong kebiasaan membaca, memperkuat peran guru sebagai penggerak literasi, hingga membangun lingkungan belajar yang mendukung kemampuan membaca dan memahami informasi.

Di sisi lain, persiapan pembentukan AGuMLI menjadi ruang untuk menghimpun gagasan dari berbagai unsur. Keterlibatan Dewan Penasihat, Dewan Pakar, pengurus, fasilitator, serta perwakilan instansi dan organisasi diharapkan dapat memperkaya pembahasan mengenai tantangan dan peluang pengembangan literasi di Kutim.

Ketua Panitia, Nanang Robiyanto, berharap FGD tersebut menghasilkan rekomendasi strategis yang dapat menjadi bahan penyusunan program prioritas organisasi. Dengan demikian, hasil diskusi tidak berhenti pada gagasan, tetapi dapat ditindaklanjuti melalui langkah kerja yang terarah.

Bagi Pemkab Kutim, peningkatan literasi menjadi bagian penting dalam mendukung kualitas pendidikan. Karena itu, kolaborasi dengan berbagai pihak diharapkan dapat memperkuat upaya yang sudah berjalan sekaligus membuka ruang bagi program-program baru yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.

Melalui persiapan pembentukan AGuMLI, pemerintah daerah berharap semakin banyak pihak terlibat dalam gerakan literasi. Keberhasilan upaya tersebut nantinya tidak hanya dilihat dari terbentuknya organisasi, tetapi juga dari pelaksanaan program dan manfaatnya bagi peningkatan kemampuan literasi di Kutim. (ADV/TJ)

Loading