SANGATTA — Pemerintah Kabupaten Kutai Timur (Kutim) bersama PT PLN (Persero) terus mempercepat program elektrifikasi desa dengan target seluruh wilayah di Kutim telah menikmati layanan listrik pada tahun 2027.
Komitmen tersebut disampaikan Bupati Kutim Ardiansyah Sulaiman usai menggelar audiensi dengan jajaran PLN di ruang kerjanya di kawasan Bukit Pelangi, Sangatta, Jumat (5/6/2026). Turut mendampingi Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setkab Kutim, Noviari Noor.
Menurut Ardiansyah, percepatan pembangunan infrastruktur kelistrikan menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah untuk memastikan seluruh masyarakat, termasuk yang berada di wilayah terpencil, memperoleh akses energi yang memadai.
Ia mengapresiasi dukungan PLN yang terus berkomitmen memperluas jaringan listrik di Kutim meski menghadapi tantangan geografis yang cukup berat.
“Melalui program PLTS atau kehadiran PLN langsung, mudah-mudahan pada 2027 semuanya sudah bisa terang,” ujarnya.
Saat ini, kata Ardiansyah, fokus pemerintah dan PLN tertuju pada tiga desa yang masih belum menikmati listrik secara penuh, yakni Desa Pulau Miang, kawasan Sandaran, dan Tanjung Mangkalihat.
Pemkab Kutim terus melakukan kajian teknis guna menentukan metode terbaik dalam menghadirkan layanan listrik ke wilayah-wilayah tersebut.
Sementara itu, perwakilan PLN, Nurhakim, menjelaskan bahwa program elektrifikasi desa menunjukkan perkembangan signifikan. Dari 26 desa yang sebelumnya belum berlistrik, sebanyak 13 desa telah berhasil dialiri listrik pada 2025.
Ia optimistis target penyelesaian elektrifikasi desa di Kutim dapat tercapai sesuai rencana melalui sinergi yang kuat antara PLN dan pemerintah daerah. (IR)
Gambar : Ilustrasi
![]()



